Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa Poso Magnitudo 5,3

Gempa Magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Poso Sulteng, Senin (14/7/2025), pukul 19.52.18 WIB kemarin menyebabkan puluhan rumah dilaporkan rusak.

oleh Ahmad ApriyonoDiperbarui 15 Juli 2025, 13:16 WIB
Gempa Magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Poso Sulteng, Senin (14/7/2025), pukul 19.52.18 WIB kemarin menyebabkan puluhan rumah dilaporkan rusak. (Liputan6.com/ Dok BPBD Sulteng)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa Magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Poso Sulteng, Senin (14/7/2025), pukul 19.52.18 WIB kemarin menyebabkan puluhan rumah dilaporkan rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan, setidaknya ada 38 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah Pamona Tenggara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah itu.

"Berdasarkan hasil asesmen sementara, sebanyak 38 rumah warga rusak di Desa Tindoli, Kecamatan Pamona Tenggara," kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus di Palu, Selasa (15/7/2025).

Akris mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan asesmen di lapangan.

Akris juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa Poso ini, namun 20 orang warga mengungsi. Menurut dia, masyarakat masih waspada terhadap gempa susulan, meski demikian situasi mulai kondusif.

"Rumah warga mengalami kerusakan ringan, sehingga sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat aman karena khawatir gempa susulan," ujarnya.

Akris mengatakan, warga mengungsi ke rumah kerabat dan juga di halaman rumah warga lainnya. Untuk itu, berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik, obat-obatan dan tenda pengungsian.

Sebelumnya, BMKG melaporkan terjadi gempa di wilayah Poso dengan kekuatan Magnitudo 5,2 dengan parameter update M5,0. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,01° LS ; 120,68° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Pamona Tenggara, Poso, Sulawesi Tengah pada kedalaman 14 km. 

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Poso.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya