Liputan6.com, Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membantah kabar yang menyebut peluncuran dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat mengalami keterlambatan. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa program inisiatif Presiden Prabowo Subianto tersebut masih berada dalam koridor waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
"Jadi memang ada dua kloter. Dari pusat, pelaksanaannya dibagi menjadi 1A dan 1B. Untuk 1A dimulai hari ini bersamaan dengan tahun ajaran baru sekolah reguler, sementara Lampung masuk kloter 1B yang dijadwalkan mulai akhir Juli ini," ujar Jihan saat ditemui, Senin (14/7/2025).
Advertisement
Jihan menjelaskan, penyataan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyebut Sekolah Rakyat dimulai pada 14 Juli 2025 tidak berlaku untuk semua daerah, termasuk Lampung. "Yang dimulai hari ini hanya 63 Sekolah Rakyat milik balai. Sedangkan kloter 1B, termasuk Lampung, akan mulai di akhir Juli sesuai arahan pemerintah pusat," terang dia.
Pemprov Lampung saat ini masih menyelesaikan berbagai persiapan teknis dan infrastruktur menjelang dimulainya program Sekolah Rakyat. Salah satu yang menjadi fokus adalah renovasi gedung yang akan digunakan sebagai tempat belajar sekaligus asrama bagi siswa. "Fasilitas masih dalam proses perbaikan dan renovasi. Targetnya semua harus rampung sampai akhir Juli. Itu sudah sesuai tenggat waktu yang diberikan pemerintah pusat," ungkap dia.
Meski pembangunan fisik masih berjalan, sejumlah proses administratif dan pra-kegiatan sudah mulai dilaksanakan. Salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan dan kebugaran bagi para calon peserta didik.
Wajib Periksa Kesehatan
Jihan menyatakan bahwa, seluruh calon siswa Sekolah Rakyat wajib menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebagai syarat sebelum memasuki lingkungan pendidikan asrama. Tujuannya, memastikan seluruh peserta dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular. "Anak-anak yang masuk harus dalam kondisi steril. Tidak boleh ada penyakit, apalagi yang sifatnya menular. Ini bagian dari SOP asrama," katanya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui ada satu calon siswa yang terindikasi mengalami hipertensi ringan. Meski demikian, kondisi tersebut masih bisa ditangani secara medis. "Ada satu orang yang perlu penanganan, tapi masih bisa diatasi. Kalau memang harus diobati dulu, akan dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek sampai benar-benar sembuh," jelas dia.