Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengunjungi beberapa sekolah untuk meninjau langsung proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jakarta. Hal ini untuk memastikan MPLS dapat berjalan dengan baik tanpa adanya kekerasan.
"Tentu yang kami harapkan, mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan positif. Nggak boleh lagi ada yang istilahnya mungkin dulu kita dengar seperti Ospek," kata Rano saat dijumpai di SMA Negeri 6 Jakarta, Selasa (15/7/2025), seperti dilansir dari Antara.
Advertisement
Rano memantau kegiatan MPLS di dua sekolah yakni di SD/SMP/SMA Al-Ikhlas dan SMA Negeri 6 Jakarta. Dia menuturkan kegiatan MPLS sangat penting untuk dijalani siswa-siswi baru di tiap sekolah karena mereka bisa mengenal lingkungan baru dengan baik.
Dalam kunjungannya, Rano pun menyempatkan diri bercengkrama hingga berfoto dengan anak-anak dan guru di sekolah tersebut.
Dia mengklaim, kegiatan MPLS di sekolah tersebut berjalan dengan baik. Terlebih lagi, Rano juga telah memastikan kegiatan MPLS di sekolah Jakarta berjalan tanpa kekerasan.
"Di beberapa tempat juga kita mendapat laporan segala macam. Relatif baik (kegiatan MPLS-nya). Semuanya berjalan tertib," kata Rano.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah berkomitmen untuk menciptakan MPLS yang ramah anak dan tanpa kekerasan.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan pihaknya telah menetapkan langkah-langkah khusus dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan selama pelaksanaan MPLS.
Monitoring MPLS di Jakarta
Adapun langkah-langkah yang disiapkan oleh Disdik DKI Jakarta yakni dengan monitoring oleh seluruh jajaran Dinas Pendidikan Jakarta.
Sarjoko menjelaskan, seluruh jajaran Dinas Pendidikan, mulai dari Pejabat Eselon II, III, IV, hingga staf PNS dan Non-PNS, baik di tingkat Dinas, Suku Dinas, maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT), melakukan monitoring secara langsung terhadap pelaksanaan kegiatan MPLS di seluruh satuan pendidikan di wilayah DKI Jakarta.
"Kegiatan monitoring ini dilaksanakan pada 14 hingga 18 Juli 2025, dengan tujuan untuk memastikan kebersihan, kenyamanan, dan terutama keamanan lingkungan sekolah bagi seluruh peserta didik baru," kata Sarjoko.
Selanjutnya, dilakukan pula penguatan tim pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. Setiap satuan pendidikan telah memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, yang berfungsi untuk melindungi setiap warga sekolah dari potensi terjadinya kekerasan.
Termasuk, perundungan (bullying) dan perpeloncoan, melakukan upaya preventif dan responsif terhadap berbagai bentuk kekerasan serta membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah, inklusif, serta bebas dari tindakan bullying, diskriminasi, dan intoleransi.