Klarifikasi Joao Pedro Usai Terlibat Ketegangan di Laga Chelsea vs PSG di Final Piala Dunia Antarklub 2025

Penyerang Chelsea, Joao Pedro, memberikan klarifikasi terkait keributan yang melibatkan dirinya dengan kubu PSG, termasuk dengan Luis Enrique.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 14 Juli 2025, 22:53 WIB
Sementara, satu gol Chelsea lainnya dicetak oleh Joao Pedro pada menit ke-43. (FRANCK FIFE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Penyerang Chelsea, Joao Pedro, memberikan klarifikasi terkait keributan yang melibatkan dirinya dengan kubu PSG, termasuk dengan Luis Enrique.

Chelsea berhasil meraih gelar juara Piala Dunia Antarklub 2025 setelah menaklukkan PSG dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini menandai puncak performa The Blues yang tampil mengejutkan.

Namun, momen euforia itu berubah menjadi insiden panas sesaat setelah peluit panjang berbunyi. Keributan pecah di lapangan melibatkan beberapa pemain dari kedua tim, termasuk pelatih PSG, Luis Enrique.

Salah satu pemain Chelsea yang menjadi pusat perhatian dalam kericuhan tersebut adalah Joao Pedro. Penyerang asal Brasil itu terlibat langsung dalam konfrontasi dengan sejumlah pemain PSG dan staf pelatih lawan.

Bentrok yang terjadi di akhir laga ini langsung menyita perhatian publik dan media. Dalam tayangan ulang, terlihat jelas ketegangan memuncak di tengah upaya pemain Chelsea merayakan kemenangan mereka.


Pedro Terlibat Bentrok dengan Pemain dan Pelatih PSG

Selebrasi Joao Pedro dalam laga Fluminense vs Chelsea di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, Rabu (9/7/2025). (AP Photo/Pamela Smith)

Joao Pedro tertangkap kamera bersitegang dengan beberapa pemain PSG di tengah lapangan sesaat setelah pertandingan berakhir. Ketegangan makin memuncak saat sang penyerang terlibat kontak fisik langsung dengan pelatih Les Parisiens, Luis Enrique.

Momen yang mencolok terjadi ketika Luis Enrique tampak mengangkat tangannya ke arah wajah Joao Pedro. Tak lama kemudian, Pedro jatuh sambil mengerang kesakitan dan memegangi wajahnya.

Insiden ini sempat membuat suasana final yang penuh kemeriahan berubah jadi kacau dalam sekejap. Beberapa video memperlihatkan bagaimana suasana semakin panas dengan adu argumen dan dorongan antar pemain.

Luis Enrique sendiri sempat menyatakan bahwa dirinya hanya ingin menenangkan situasi. Namun Joao Pedro justru merespons keras, terutama setelah insiden fisik yang ia alami.


Joao Pedro Klarifikasi, Ingin Lindungi Rekan Senegaranya

Joao Pedro mencetak gol dalam laga Chelsea vs PSG di final Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (14/7/2025). (AP Photo/Pamela Smith)

Setelah pertandingan, Joao Pedro menjelaskan kronologi insiden panas tersebut dalam wawancara dengan SporTV. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam keributan itu bermula dari niat melindungi rekan satu negaranya, Andrey Santos.

Menurut Pedro, ia melihat Andrey dikerumuni oleh para pemain PSG dan memutuskan untuk turun tangan. Sebagai senior dari Brasil, ia merasa perlu membela kompatriotnya di tengah situasi yang memanas.

"Saya pergi untuk melindungi Andrey (Santos). Saya melihat para pemain mengelilinginya. Seperti orang Brasil yang baik, saya pergi untuk melindungi seorang teman," ucapnya.


Sindiran Pedas Pedro kepada PSG

Pelatih PSG, Luis Enrique, terlibat keributan pada laga final Piala Dunia Antarklub 2025 di MetLife Stadium, New Jersey, AS, Senin (14/7/2025) dini hari WIB. (AFP/Juan Mabromata)

Joao Pedro tidak hanya menjelaskan aksinya di lapangan, tetapi juga menyampaikan sindiran tajam kepada PSG. Ia menilai klub asal Prancis tersebut belum tahu bagaimana bersikap ketika menghadapi kekalahan.

Penyerang Chelsea itu menyoroti perilaku pemain dan staf PSG yang menurutnya emosional dan tidak sportif usai pertandingan. Bagi Pedro, reaksi berlebihan dari kubu lawan mencerminkan ketidakdewasaan dalam menerima hasil.

“Banyak orang datang, dan dalam kekacauan itu, saya akhirnya terdorong. Itu bagian dari permainan,” ujarnya.

“Mereka tidak tahu bagaimana caranya kalah, menurutku. Itu bagian dari permainan. Sekarang saatnya merayakan,” seru Pedro.

(SporTV)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya