Viral Aksi Premanisme di Toko Jamu, Polisi: Itu Bukan Daerah Depok

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi menegaskan, video yang viral aksi premanisme kepada penjaga toko jamu bukan di daerah Depok. Hal itu berdasarkan hasil penelusuran anggota kepolisian di lokasi kejadian.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 14 Juli 2025, 15:43 WIB
Lokasi toko jamu yang menjadi korban aksi premanisme berada di wilayah Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video viral di media sosial aksi premanisme terhadap pedagang jamu. Pada video tersebut, dinarasikan toko jamu yang mendapatkan aksi premanisme berada di Jati, Sawangan, Depok.

Pada video tersebut terdapat dua orang mendatangi toko jamu dan meminta minuman. Penjaga toko sempat memberikan minuman namun dua orang yang belum diketahui identitasnya, meminta minuman dalam jumlah banyak.

Penjaga toko jamu bersikeras tidak dapat memberikan minuman yang diminta dua orang tersebut. Masih tampak dalam video, dua orang tersebut diduga dalam kondisi mabuk. Bahkan saat permintaannya ditolak, sempat melemparkan botol ke arah penjaga toko.

Tidak terima tokonya diamuk dua orang diduga dalam kondisi mabuk. Penjaga toko langsung menyerang dua orang tersebut sambil menggunakan senjata tajam.

Menanggapi video tersebut, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi menegaskan, video yang viral aksi premanisme kepada penjaga toko jamu bukan di daerah Depok. Hal itu berdasarkan hasil penelusuran anggota kepolisian di lokasi kejadian.

“Itu bukan daerah Depok atau di wilayah hukum Polres Metro Depok,” ujar Made.

Made menjelaskan, kejadian aksi premanisme kepada penjaga toko jamu berada di kawasan Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan. Polres Metro Depok tidak mentolerir adanya aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

“Polres Metro Depok terus berusaha menjaga kondusifitas masyarakat dari aksi premanisme,” terang Made.

Made meminta, masyarakat apabila menerima informasi dari media sosial, dapat bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Masyarakat dapat melakukan pengecekan dan mencari kebenaran terlebih dahulu dari informasi yang diterima.

“Jangan sampai masyarakat resah karena informasi hoaks, masyarakat selalu bijak dalam menerima informasi dari media sosial,” ucap Made.

 

Kesaksian Warga

Sementara, salah seorang warga sekitar, Eka sempat melihat kejadian aksi premanisme yang dilakukan dua orang diduga dalam kondisi mabuk. Menurutnya, kejadian tersebut sudah terjadi beberapa hari lalu.

“Untuk penyebab peristiwanya saya kurang paham, saya melihat sudah banyak orang di toko jamu untuk memisahkan keributan,” ujar Eka.

Eka melihat ada dua orang datang ke toko jamu menggunakan sepeda motor. Tidak lama berselang, terjadi keributan antara dua orang yang sempat melempar botol dengan penjaga toko jamu.

“Iya sempat ada pelemparan botol dari salah seorang kepada penjaga toko jamu,” ungkap Eka.

Warga yang mengetahui keributan tersebut sempat melerai antara dua orang diduga mabuk dengan penjaga toko jamu. Bahkan orang yang melerai sempat ingin di pukul dari salah seorang diduga mabuk karena memisahkan keributan tersebut.

“Iya orang yang misahin sempat mau dipukul, setelah itu dua orang itu pergi dari toko jamu,” pungkas Eka.

Fakta Olahraga Dapat Membantu Gangguan Kesehatan Mental (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya