Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta Iin Mutmainnah memberikan sosialisasi tentang anti kekerasan dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMA Negeri 39, Jakarta Timur.
"Sebelum kita menjaga, kita harus memahami diri kita. Fungsi reproduksi, fungsi diri kita, organ kita, keseluruhan diri kita adalah organ yang sangat berharga. Jadi, harus bisa menjaga," kata Iin saat dijumpai di SMA Negeri 39, Jakarta Timur, Senin (14/7/2025), seperti dilansir dari Antara.
Advertisement
Iin berharap siswa-siswi agar selalu menjaga diri dari kekerasan baik fisik maupun verbal. Dia juga mengingatkan agar anak-anak tidak mengecewakan orang tua yang sudah mendoakan dari rumah untuk kesuksesan mereka.
Selain itu, Iin juga berpesan agar mereka berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar tak terpengaruh untuk melakukan hal-hal buruk.
"Di sekolah ada kakak, hargai mereka. Kemudian lingkungan sekolah ini. Kita harus menghindari kekerasan bukan hanya di sekolah tapi juga di luar sekolah. Karena kita harus menjadi 'agent of change' (agen perubahan) untuk lingkungan kita. Semangat," kata Iin.
Tak hanya memberikan sosialisasi, Iin juga mengadakan kuis dengan memberikan pertanyaan kepada peserta MPLS terkait anti kekerasan.
Dengan demikian, diharapkan para peserta bisa memahami tentang kekerasan dan dapat menghindari perbuatan tersebut di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Pada Senin ini merupakan hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2025/2026 di seluruh jenjang sekolah.
MPLS pun berjalan secara serentak di seluruh sekolah Jakarta. MPLS akan berjalan selama lima hari mulai dari 14 hingga 18 Juli 2025.
Selain pengenalan sekolah, anak-anak murid juga akan mendapat pembekalan materi terkait anti kekerasan hingga anti judi daring (online/judol).
Cerita Siswa Sekolah Rakyat Handayani Senang Ikuti MPLS di Hari Pertama
Sementara itu, 75 calon siswa Sekolah Rakyat Handayani, Jakarta Timur, mengaku senang dan bersemangat saat mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Iya senang hari pertama MPLS, karena sekolah baru, ketemu ruangan baru, teman-temannya juga banyak baru semua. Jadi, senang banget," kata salah satu siswa bernama Muhammad Azka Azri (12) di Sekolah Rakyat Handayani, Jakarta Timur, Senin (14/7/2025).
Azka menilai, kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Handayani ini lebih menyenangkan dibandingkan sekolah sebelumnya. Desain bangunan sekolah yang tampak sederhana, bersih dan tertata menjadi salah satu faktor pendukung semangat belajar para siswa.
"Pertama aku ke sini aku lihat gedungnya bagus, warnanya cerah, rapi juga kelasnya, sarana seperti kursi, meja juga bagus," ujar Azka, seperti dikutip dari Antara.
Selain itu, Azka mengaku senang setelah melihat rangkaian kegiatan di Sekolah Rakyat Handayani. Menurutnya, sekolah ini mempunyai kurikulum dan cara belajar yang berbeda dibandingkan sekolah umum lainnya.
"Kalau sekolah sebelumnya belajar saja. Di sini ada fasilitas lebih lengkap, kurikulumnya lebih maju. Belajarnya juga teratur, aktivitas juga. Ada laptop juga, teknologinya lebih maju. Jadi, bisa paham," jelas Azka.
Siswa asal Jatinegara Jakarta Timur ini mengetahui informasi adanya sekolah rakyat dari media sosial. Ia juga menyebutkan, hal lain yang menarik adalah lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
"Enak banyak teman-teman. Bangun tidur pagi, sholat subuh, terus senam olahraga, mandi. Kalau Senin upacara, terus belajar dari jam delapan lagi sampai sore jam tiga. Semua bareng teman-teman," ucap Azka.
Siswa Tak Khawatir Masuk Asrama
Hal serupa dikatakan Herlina Putri (12) yang mengaku senang bisa bertemu banyak teman di sekolah itu sehingga termotivasi untuk belajar dan meningkatkan kreativitas di sekolah ini.
"Semangat banget, soalnya banyak teman-teman baru di sini, sekolahnya juga bagus, aku bisa semangat belajar. Aku juga bisa belajar yang lain," kata Herlina.
Kebahagiaan Herlina di hari pertama masuk sekolah semakin terlihat usai melihat peralatan mandi, kelas belajar dan meja belajar sehingga tak khawatir jika harus berasrama di sekolah ini.
Sekolah ini mulai ramai sekitar pukul 07.00 WIB. Para siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga pra-sejahtera tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan itu.
Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, permainan edukatif, hingga sesi motivasi yang menginspirasi.