Liputan6.com, Tasikmalaya - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengapresiasi peresmian TMC Eternal Home di kota santri Tasikmalaya, Jawa Barat. Fasilitas rumah pemulasaraan jenazah itu, menjadi yang pertama di Priangan Timur yang secara terbuka menerima semua agama dan kepercayaan.
“Ini adalah langkah konkret menuju penghormatan atas hak dasar setiap warga negara untuk mendapatkan pelayanan yang layak dalam kehidupan hingga akhir hayatnya, tanpa diskriminasi,” ujar dia, dalam keterangan tertulis.
Advertisement
Menurutnya, kehadiran TMC Eternal Home merupakan langkah konkret dalam menghormati hak dasar setiap warga negara untuk mendapatkan pelayanan yang layak hingga akhir hayatnya tanpa diskriminasi.
“Keberadaan rumah pemulasaraan yang inklusif menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan tidak boleh dikotak-kotakkan oleh perbedaan latar belakang,” ujar Politisi PDIP tersebut.
Namun, masih adanya penolakan sebagian warga saat pertama kali fasilitas itu dibangun, menunjukan ada pekerjaan rumah dalam upaya membangun kesadaran toleransi antar sesama.
“Ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah besar dalam hal pendidikan toleransi dan keberagaman,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi urusan sosial, keagamaan, dan perlindungan hak-hak minoritas, Selly menekankan pentingnya peran negara memastikan tidak ada ruang bagi diskriminasi dalam bentuk apa pun, termasuk dalam pelayanan pemulasaraan jenazah.
“Kita tidak bisa lagi membiarkan benih-benih rasisme dan prasangka hidup di tengah masyarakat. Negara harus hadir untuk melawan setiap bentuk diskriminasi atas dasar etnis, agama, maupun kepercayaan,” ujar dia.
Selain itu, PDI Perjuangan secara konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan Pancasila sebagai dasar hidup bersama. Termasuk mengajak elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan lembaga sosial, menjadikan TMC Eternal Home sebagai simbol persatuan dan kemajuan bersama.
“Kita tidak hanya bicara tentang jenazah, tetapi tentang bagaimana kita sebagai bangsa memperlakukan satu sama lain dengan bermartabat. Mari kita jadikan ini momentum untuk memperkuat semangat Indonesia yang inklusif dan berkeadaban,” ujar dia.
Dukungan berbagai Pihak
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, dalam kesempatan terpisah menyampaikan komitmen pihak kepolisian untuk mendukung upaya menciptakan harmoni sosial dan menegaskan pentingnya toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
“Ini bukan hanya soal izin, tetapi soal membangun kesepahaman dan saling menghargai,” ujar dia.
Sebagai pelayan masyarakat, lembaganya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan perbedaan tidak menjadi sumber konflik, tetapi justru menjadi kekuatan bersama dalam menciptakan kedamaian.
“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga untuk membantu masyarakat membangun harmoni dan toleransi. Kehadiran rumah pemulasaraan ini adalah salah satu contoh bagaimana kita bisa bekerja sama untuk kepentingan kemanusiaan,” jelasnya.
Koordinator Solidaritas Jaringan Antarumat Beragama (Sajajar), Usama Ahmad Rizal, menyambut baik peresmian TMC Eternal Home yang dinilai menjadi titik balik penting dalam penguatan nilai-nilai kebersamaan.
“Kami memandang rumah pemulasaraan ini bukan hanya fasilitas layanan, tetapi simbol keberanian untuk melawan prasangka dan diskriminasi. Ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu dan menghormati,” ujar dia.
Ia juga menegaskan pentingnya memastikan ruang-ruang publik yang inklusif bagi semua kelompok masyarakat untuk mengingatkan pentingnya toleransi antar sesama.
“Toleransi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam kebijakan, tindakan, dan pelayanan nyata,” ujar dia.