Liputan6.com, Yogyakarta - Menyambut momen 1 Suro dalam kalender Jawa dan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah, Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi (YRKSA) menyelenggarakan aksi berbagi nasi berkah melalui Dapur Umum Perempuan Bergerak, Rabu (26/06/2025). Sebanyak 1000 bungkus nasi hangat dibagikan ke sejumlah titik nasi bungkus gratis, panti asuhan, serta lingkungan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Yogyakarta.
Aksi ini merupakan bentuk rasa syukur dan pengingat akan pentingnya solidaritas sosial, terutama dalam konteks tahun baru yang kerap menjadi waktu refleksi dan pembaruan niat hidup. Para relawan perempuan dari YRKSA memasak dan menyiapkan ribuan nasi bungkus selama dua hari berturut-turut, bekerja bergantian dengan semangat gotong royong dan kepedulian.
Advertisement
“Sebagai simbol rasa syukur atas tiap berkah dan keselamatan di tahun baru kalender Jawa atau Muharram bagi masyarakat,” ujar Sekartaji Ayuwangi, pendiri YRKSA.
Sekartaji, yang akrab disapa Arta, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan, yang oleh YRKSA dirawat dengan nama rakyat bantu rakyat. Sebuah upaya membangun kekuatan komunitas dari bawah, melalui hal-hal paling sederhana namun menyentuh.
“Ini adalah upaya untuk terus menebarkan cinta dan kebaikan secara konsisten. Baik bagi Dapur Umum Perempuan Bergerak maupun kepada para donatur yang telah berkenan bahu membahu membantu bina karya wanita yayasan. Kami ingin terus berbagi pangan bagi kemanusiaan setiap hari di masyarakat,” lanjut Arta.
Tak hanya pada hari-hari besar, dapur ini juga aktif setiap hari Senin hingga Jumat, lewat program Everyday Berkah. Melalui program ini, 100 nasi bungkus didistribusikan secara rutin ke titik-titik nasi gratis di Kota Yogyakarta.
Program Everyday Berkah terbuka untuk partisipasi publik. YRKSA menerima donasi dari siapa pun yang ingin berbagi dengan menghubungi nomor 0857256996033. Dapur Umum Perempuan Bergerak bukan sekadar tempat memasak. Ia adalah ruang perjumpaan antar perempuan yang ingin saling menguatkan, menciptakan makna baru dari pekerjaan domestik, dan menjadikannya sebagai sarana pemberdayaan. Dari dapur kecil ini, YRKSA percaya bahwa harapan bisa tumbuh dari hal-hal sederhana.