Pelajar Putus Sekolah di Jakut Kembali Bersekolah di Rumah Belajar Inklusif

Program ini untuk menjangkau anak-anak usia sekolah yang tidak lagi terakomodasi pendidikan formal..

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 12 Juli 2025, 10:18 WIB
Ilustrasi pelajar (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah anak-anak usia SD dan SMP yang tidak mampu melanjutkan pendidikan formal di Jakarta Utara seperti Koja, Cilincing dan Tanjung Priok kini dapat kembali tersenyum. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Pelindo, mereka kembali mengenyam pendidikan melalui sistem non formal di rumah belajar 'Pelindo Prestasi'.

"Program ini untuk menjangkau anak-anak usia sekolah yang tidak lagi terakomodasi pendidikan formal. Program ini menyasar kawasan padat penduduk seperti Koja, Cilincing, dan Tanjung Priok, yang mencatat kasus putus sekolah cukup tinggi akibat faktor ekonomi," kata Direktur SDM dan Umum Pelindo, Dwi Fatan Lilyana seperti dikutip dari siaran pers.

Lilyana menjelaskan, Rumah Belajar ‘Pelindo Prestasi’ merupakan bentuk intervensi sosial, dengan pendekatan pendidikan non-formal yang inklusif dan fleksibel.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena hambatan struktural atau keterbatasan ekonomi,” jelas dia.

Lilyana mencatat, salah satu fokus utama programnya adalah bidang pendidikan. Sebagai BUMN yang bergerak di sektor layanan kepelabuhanan, pihaknya mengaku berkepentingan menciptakan lingkungan sosial yang sehat, produktif, dan berdaya saing, termasuk melalui investasi pada pendidikan masyarakat sekitar pelabuhan.

"Rumah belajar dirancang sebagai ruang aman dan ramah anak, di mana anak-anak bisa melanjutkan proses belajar secara informal dan meraih mimpinya di masa depan. Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan karakter peserta didik," tegas dia.

Lilyana berharap, program dijalankan tidak lagi membuat pelajar Indonesia berhenti bersekolah karena berbagai sebab, mulai dari keterbatasan biaya, tekanan sosial, hingga persoalan administratif.

"Dengan program ini diharapkan anak jalanan dan putus sekolah di sekitar pelabuhan Tanjung Priok bisa melanjutkan pendidikan dan berkesempatan memperbaiki kehidupan dan masa depannya," harap dia.

Pelatihan

Lilyana memastikan, demi memperkuat kualitas pengajaran, pihaknya mengadakan pelatihan bagi para tutor dan relawan pengajar. Dalam pelatihan bertajuk Pelindo Prestasi Teaching Workshop yang berlangsung, para peserta diberikan materi metode mengajar kreatif, prinsip pedagogi untuk anak dan remaja, serta teknik menyusun modul pembelajaran sederhana, namun kontekstual.

“Pendidikan non-formal tidak boleh asal-asalan. Tutor juga perlu dibekali agar bisa membangun hubungan belajar yang hangat, empatik dan bermutu,” Lilyana menandasi.

Sebagai informasi, saat ini rumah belajar menampung sekitar 20 anak didik dan dikelola oleh pengajar tetap serta relawan komunitas. Dalam jangka panjang, model ini akan dikembangkan di beberapa titik lain di wilayah operasional Pelindo, terutama kawasan pelabuhan yang berbatasan langsung dengan permukiman padat.

Diketahui, keberadaan rumah belajar ini bukan hanya soal memberi fasilitas, tapi tentang membuka kembali harapan.

Infografis jenis-jenis olahraga kekinian. (Dok: Tim Grafis Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya