Carlo Ancelotti Divonis Penjara 1 Tahun atas Kasus Pajak di Spanyol

Carlo Ancelotti kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi di lapangan hijau. Ia dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Spanyol atas kasus penggelapan pajak.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 10 Juli 2025, 06:09 WIB
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti memberi instruksi saat pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey antara Real Madrid dan Barcelona di Santiago Bernabeu, Madrid pada 2 Maret 2023. (AFP/Oscar Del Pozo)

Liputan6.com, Jakarta Carlo Ancelotti kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi di lapangan hijau. Ia dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Spanyol atas kasus penggelapan pajak.

Pelatih timnas Brasil itu dinyatakan bersalah karena tidak melaporkan penghasilan dari hak citra saat melatih Real Madrid tahun 2014. Menurut laporan BBC, ia divonis satu tahun penjara dan denda sebesar 386.000 euro (sekitar  Rp 7,38  miliar).

Hakim menyatakan Ancelotti telah menyembunyikan sebagian pendapatan melalui perusahaan luar negeri. Namun karena hukuman di bawah dua tahun dan tanpa catatan kriminal sebelumnya, ia tidak akan menjalani hukuman fisik.

Meski demikian, putusan ini tetap menjadi catatan kelam dalam perjalanan karier Ancelotti. Ia pernah dua kali melatih Real Madrid dan membawa klub meraih berbagai gelar bergengsi.


Tuduhan dan Putusan Pengadilan

Pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti saat menangani Real Madrid. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Carlo Ancelotti didakwa menyembunyikan penghasilan dari hak citra selama tahun 2014. Jumlah pajak yang tidak dibayarkan melebihi 380.000 euro (sekitar  Rp 7,26  miliar).

Pengadilan menyatakan bahwa saat itu Ancelotti tercatat sebagai penduduk pajak di Spanyol dan wajib melaporkan semua penghasilannya. Namun ia justru menggunakan perusahaan luar negeri untuk menghindari pajak.

Selain vonis satu tahun penjara, ia juga dikenai denda sebesar 386.000 euro. Tuduhan atas tahun 2015 dibatalkan karena ia tidak lagi tinggal secara resmi di Spanyol pada periode tersebut.


Bukan Kasus Pertama di Dunia Sepak Bola

Lionel Messi saat membela Inter Miami. (AFP/Chandan Khanna)

Kasus pajak seperti yang menimpa Ancelotti bukanlah hal baru di dunia sepak bola Spanyol. Lionel Messi pernah divonis 21 bulan penjara pada 2017, namun kemudian diubah menjadi denda sebesar 252.000 euro (sekitar  Rp 4,81  miliar) tanpa masa tahanan.

Cristiano Ronaldo juga menerima denda sebesar 18,8 juta euro (sekitar  Rp 359,2  miliar) pada 2019 setelah mengakui kesalahan pajak saat membela Real Madrid. Kasusnya mencuat karena ia menyamarkan penghasilan dari hak citra melalui perusahaan asing.

Mantan pelatih Real Madrid lainnya, Jose Mourinho, sempat didenda 2,2 juta euro (sekitar  Rp 42,0  miliar) atas pelanggaran pajak selama periode 2011/2012. Ketiganya sama-sama menghadapi kasus serupa di masa kepelatihan atau karier mereka di Spanyol.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya