Longsor di Bojonggenteng Sukabumi, 3 Orang Tertimbun, 1 Ditemukan Tewas

Bencana longsor Bojonggenteng Sukabumi menelan satu korban jiwa dan melukai dua lainnya.

oleh Fira SyahrinDiperbarui 10 Juli 2025, 08:17 WIB
Longsor akibat hujan deras di Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Sukabumi - Longsor melanda Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/7/2025) dini hari. Akibatnya satu orang ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (8/7) malam.

Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabum, Daeng Sutisna, mengungkapkan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. 

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

"Telah terjadi bencana longsor yang diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojonggenteng," ujar Daeng.

Longsor menerjang dua unit rumah warga, yaitu milik Yuyu (45) di Kampung Bojonggenteng RT 02 RW 01 dan rumah Ita (51) di Kampung Babakan RT 17 RW 06. Kondisi tanah yang sudah labil tidak mampu menahan tingginya curah hujan, sehingga menyebabkan longsor. 

"Longsor terjadi di dua lokasi yang menimpa dua unit rumah yang mengakibatkan tiga orang tertimbun," tambah dia.

Korban tertimpa longsor meninggal dunia adalah Ibrahim (15), seorang remaja yang tinggal di rumah Yuyu. Selain Ibrahim, seorang bocah berusia 8 tahun bernama Said yang juga berada di rumah tersebut mengalami sesak napas akibat tertimbun material longsor.

Di rumah Yuyu, seorang remaja lain bernama Anugrah (12) juga tertimbun longsor. Anugrah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka-luka, kemudian segera dilarikan ke rumah sakit. 

Kedua rumah warga yang terdampak longsor saat ini mengalami kerusakan berat dan sedang dalam penanganan BPBD Kabupaten Sukabumi.

 

Detik-detik Peristiwa Longsor Maut

Longsor akibat hujan deras di Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Istimewa).

Anita Ramdani (27), kakak dari almarhum Ibrahim, menceritakan detik-detik mengerikan saat longsor terjadi. Ia terbangun oleh teriakan tetangga yang memberitahukan tentang banjir. 

Saat mencoba masuk ke kamar adiknya yang terkunci, Anita mendapati kamarnya sudah dipenuhi tanah setinggi lutut.

Dengan peralatan seadanya dan tangan kosong, Anita berupaya mengevakuasi Ibrahim yang tidur bersama saudaranya, Said (8). Said berhasil diselamatkan, namun sayangnya nyawa Ibrahim tidak tertolong. 

"Terus kita coba evakuasi, evakuasi juga susah kita pake peralatan seadanya dan tangan, pertama diambil yang saudara saya yang kecil diambil dia kakinya kelihatan ditarik, terakhir ade saya gak ketolong," tutur Anita.

Anita menambahkan bahwa adiknya ditemukan dalam posisi tengkurap, diduga hendak mencoba bangun namun kembali tertimpa reruntuhan. Jenazah Ibrahim telah dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Nyalindung pada Rabu (9/7) pagi. 

 

Kondisi Korban Selamat

Satu korban selamat, Anugrah (12), saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Humas RSUD Sekarwangi, Rizal Perdana, menyatakan bahwa Anugrah tiba di rumah sakit sekitar pukul 02.30 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri.

"Untuk korban hari ini kondisinya memang sudah stabil sudah sadar, memang pada saat dievakuasi ke sini kondisi korban tidak sadarkan diri. Jam setengah 5 subuh tadi diperiksa oleh dokter dalam," ujar Rizal. 

Hasil rontgen menunjukkan tidak ada patah tulang, namun Anugrah mengalami memar di mata kanan dan bercak merah.

Menurut Rizal, luka pada wajah Anugrah diakibatkan oleh puing-puing dinding yang ambruk karena terdorong longsoran tanah. 

Meskipun sudah sadar, kondisi Anugrah belum sepenuhnya stabil, sehingga ia masih harus dirawat inap untuk observasi lebih lanjut dan mencegah penurunan kesadaran.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya