Liputan6.com, Jakarta Luis Enrique menolak terseret dalam narasi lama menjelang laga penting Paris Saint-Germain melawan Real Madrid. Pelatih asal Spanyol itu tak ingin membandingkan skuadnya saat ini dengan era ketika Kylian Mbappe masih berseragam PSG.
Semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 akan mempertemukan PSG dengan klub baru mantan bintang mereka, Real Madrid. Laga ini akan digelar dalam kondisi cuaca ekstrem di New Jersey.
Advertisement
Enrique menegaskan bahwa timnya kini hanya fokus pada tantangan di depan mata, bukan bayang-bayang masa lalu.
Enrique Enggan Bahas Masa Lalu Mbappe
Saat ditanya apakah PSG kini lebih baik tanpa kehadiran Mbappe, Enrique memilih untuk menghindari komentar yang bisa membuka perdebatan lama.
“Saya di sini bukan untuk membicarakan masa lalu. Fokus saya hanya pada masa depan,” ujarnya singkat dalam konferensi pers.
Namun, ia mengakui bahwa menghadapi Real Madrid, klub yang kini diperkuat Mbappe, memberi motivasi tambahan. “Melawan tim tersukses di dunia tentu memberi dorongan ekstra,” katanya.
Pertemuan ini menjadi lebih emosional mengingat hubungan masa lalu antara pelatih dan pemain bintang tersebut.
Cuaca Ekstrem Jadi Ujian Tambahan
Laga antara PSG dan Madrid akan dimainkan dalam suhu tinggi dan kelembaban yang menyengat. Kondisi ini serupa dengan pertandingan semifinal sebelumnya yang mempertemukan Chelsea dan Fluminense.
Suhu di New Jersey sempat menembus 35 derajat Celsius disertai kelembaban di atas 54 persen. Peringatan cuaca dari otoritas setempat pun sempat dikeluarkan.
“Kami mulai terbiasa. Di turnamen ini, cuaca seperti ini sudah jadi norma. Ini berlaku untuk kedua tim,” ujar Enrique dengan nada realistis.
Laga Spesial untuk Enrique dan PSG
Meski dihadapkan pada tantangan berat, Enrique tak sabar menantikan laga besar ini. Ia menyebut pertandingan melawan Real Madrid sebagai momen spesial dalam kariernya.
“Bermain melawan Madrid akan selalu jadi laga istimewa. Tapi itu juga berarti kami sudah bekerja dengan baik untuk sampai ke semifinal,” ujarnya.
Pemenang laga ini akan menghadapi Chelsea di final pada Minggu mendatang. Klub asal London itu lebih dulu memastikan tempat di partai puncak berkat dua gol Joao Pedro ke gawang Fluminense.