Erick Thohir Tunjuk Ahmad Rizal Ramdhani Jadi Dirut Bulog

Erick Thohir resmi menunjuk Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ahmad Rizal Ramdhani menjadi Direktur Utama Perum Bulog.

oleh Arief Rahman HDiperbarui 08 Juli 2025, 18:42 WIB
Gedung Bulog (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ahmad Rizal Ramdhani menjadi Direktur Utama Perum Bulog.

Dengan demikian, Rizal menggantikan Novi Helmy Prasetya yang ditarik kembali untuk menjalankan tugas di militer. Erick membenarkan penunjukkan Ahmad Rizal jadi Dirut Bulog.

"Ada Dirut baru lagi, iya (Mayjen TNI Ahmad Rizal)," kata Erick Thohir ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Dia tak bicara banyak mengenai alasannya menunjuk Ahmad Rizal jadi Dirut Bulog. Hanya saja, ada tugas untuk meningkatkan serapan beras petani lokal oleh Bulog.

"Saya tidak tahu. Itu kan mereka ingin menarik, penugasannya mungkin dianggap sudah selesai. Nah untuk tahun depan ini kan ada kembali tugas untuk menyerap, untuk petani," kata dia.

Sebagaimana diketahui, kursi tertinggi dewan direksi itu sempat diisi oleh Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bulog.

Pencopotan Novi Helmy

Erick turut mengungkapkan alasan mencopot Novi Helmy dari kursi Dirut Bulog. Menurutnya, Novi diminta Panglima TNI Agus Subiyanto untuk bertugas kembali di militer.

"Sudah kan kemarin pak Novi diminta Panglima untuk bertugas lagi di TNI," ungkap Erick.

Diketahui, pencopotan Novi ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-179/MBU/06/2025 tertanggal 30 Juni 2025.

 

Novi Helmy Ditarik ke TNI

Aster Panglima TNI Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya (Istimewa)

Sebelumnya, Letjen TNI Novi Helmy Prasetya kembali bertugas di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog. Penugasan Letjen Novi Helmy di Bulog merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Hal ini dilakukan atas permintaan resmi dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mendapatkan persetujuan dari Panglima TNI.

Keputusan Letjen Novi Helmy untuk kembali aktif di TNI didasari oleh pertimbangan yang matang. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan utama adalah kepentingan organisasi, pembinaan personel, serta kebutuhan internal TNI.

 

Profil

Novi Helmy Prasetya.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993, Novi Helmy Prasetya memilih kecabangan Infanteri, khususnya Kopassus (Komando Pasukan Khusus). Hal ini menunjukkan komitmen dan dedikasinya yang tinggi terhadap tugas negara.

Ia mengawali kariernya sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 125/Simbisa dan Yonif 100/Prajurit Setia. Pengalaman memimpin pasukan di tingkat terdepan ini menjadi bekal berharga bagi kariernya selanjutnya.

Puncak karier militernya ditandai dengan jabatan-jabatan strategis yang diembannya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kopassus, sebuah posisi yang membutuhkan kemampuan analisis situasi strategis yang tajam dan ketelitian tinggi.

Setelah itu, Novi Helmy Prasetya dipercaya memimpin sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda di Aceh. Jabatan ini menunjukkan kepercayaan tinggi atas kemampuannya dalam memimpin dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang cukup kompleks.

Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI (Aster Panglima TNI) sejak 21 Februari 2024. Jabatan ini menunjukan keahliannya dalam membangun hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya