Liputan6.com, Padang - Sumatera Barat, memiliki beragam kuliner khas yang membedakannya dari daerah lain. Salah satu hidangan tradisional tersebut adalah ampiang dadiah.
Ampiang dadiah merupakan makanan tradisional yang menggabungkan dua bahan utama: ampiang dan dadiah. Ampiang dibuat dari beras ketan yang ditumbuk lalu dipipihkan, sedangkan dadiah adalah hasil fermentasi alami dari susu kerbau.
Advertisement
Proses fermentasi dilakukan kurang lebih selama dua malam di dalam buluh atau ruas batang bambu dengan panjang sekitar 20 centimeter. Selama proses fermentasi berlangsung bambu tersebut ditutup rapat menggunakan daun pisang.
Fermentasi dadiah dilakukan tanpa campuran pengawet. Paling lama dadiah bisa digunakan satu minggu sejak susu kerbau dimasukkan ke dalam buluh atau ruas batang bambu.
Usai proses fermentasi selesai, susu kerbau yang semulanya cair akan berubah menjadi padat, seperti agar-agar dengan warna kekuning-kuningan. Dadiah ini sering disebut dengan yoghurtnya urang Minang.
Tak Lekang Oleh Waktu
Kuliner ini disantap dengan menyajikannya dalam mangkok bersamaan dengan ampiang dan dadiah, serta diberi siraman gula aren.
Ada juga yang menyajikan ampiang dadiah dengan ditaburi parutan kelapa. Perpaduan semua bahan tersebut menghasilkan cita rasa asam dan manis.
Meski terlihat sederhana, ampiang dadiah tetap eksis di tengah banyaknya aneka kuliner kekinian. Rasa segarnya yang alami membuat kuliner ini tetap dicari, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Sumatera Barat.
Buat Anda yang ingin mencicipi kuliner ini, bisa langsung datang ke Ranah Minang. Beberapa daerah yang bisa dikunjungi untuk menikmati kelezatan ampiang dadiah antara lain Kota Padang, Batusangkar, dan Bukittinggi.