Kronologi Penemuan Jasad Pria dengan Kepala Terbungkus di Kos Kawasan Menteng

Rezha mengatakan, korban diketahui berinisial ADP (39). Jasadnya ditemukan rumah kos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 08 Juli 2025, 17:15 WIB
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Liputan6.com, Jakarta - Penyebab kematian pria yang ditemukan dalam kondisi kepala terbungkus solasi, masih penuh misteri. Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban akibat dibunuh.

Hal itu diungkap Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi. Dia menjelaskan berdasar pemeriksaan sementara di tubuh korban belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Nih belum dipastikan, saya juga bisa enggak bisa bilang, bukan ya. karena tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tidak ada barang yang hilang," kata Rezha saat dihubungi, Selasa (8/7/2025).

Rezha mengatakan, korban diketahui berinisial ADP (39). Jasadnya ditemukan rumah kos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.

Kasus ini pertama kali diketahui oleh istrinya sendiri yang merasa curiga. Ketika itu, sang istri sempat menelepon korban namun tak mendapat respons. Istri korban lalu menghubungi penjaga kos untuk memeriksa ke kamar.

“Istrinya, subuh hari itu menelepon korban cuman tidak aktif. Jadi istrinya menghubungi si penjaga kosan, menanyakan keberadaannya dicek di ketok-ketok. Nah mungkin dari olah TKP, memang ada dibuka paksa untuk mengetahui korban di dalam bagaimana," ucap dia.

 

Tak Ada Kerusakan Pintu

Rezha mengatakan, tak ada kerusakan pintu atau barang yang hilang dari kamar kos. Meski, kosan saat itu dalam terkunci dari dalam.

"Enggak ada sama sekali, jangankan kerusakan gitu. Visum luar tanda-tanda kekerasan belum ditemukan," ucap dia.

Saat ini jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk autopsi.

"Rencana sih masih berkoordinasi pihak keluarga untuk dilakukan autopsi. Tapi kalau visum luarnya sih tidak ada tanda-tanda kekerasan. Karena yang bisa mengatakan itu, oh ini pembunuhan atau apa kan dilihat dari hasil autopsi juga," tandas dia.

Aksi penganiayaan terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya