Penyebab Banjir Jakarta: Rob dan Hujan Deras

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan dampak gabungan antara curah hujan tinggi dan pasang air laut maksimum.

oleh Tim NewsDiperbarui 08 Juli 2025, 13:22 WIB
Musim hujan kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Genangan air hingga banjir di jalanan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Jika tidak diantisipasi dengan benar, motor berisiko mogok hingga mengalami kerusakan komponen vital.

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Senin (7/7/2025), ditambah fenomena banjir rob, menyebabkan sebanyak 67 Rukun Tetangga (RT) terendam banjir di sejumlah wilayah ibu kota.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan dampak gabungan antara curah hujan tinggi dan pasang air laut maksimum.

“Genangan air dan banjir terjadi akibat hujan intensitas tinggi yang cukup lama serta luapan air dari kali dan banjir rob,” ungkap Isnawa dalam keterangan resminya, Selasa (8/7/2025).

Isnawa menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob yang diperkirakan berlangsung mulai 4 hingga 13 Juli 2025.

Fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru dan Perigee, yang menyebabkan air laut naik secara signifikan di pesisir utara Jakarta.

Status Pintu Air Naik, Banjir Semakin Meluas

Sejumlah pintu air dan pos pantau mencatat peningkatan status kewaspadaan, bahkan hingga level bahaya:

  • Pintu Air Pasar Ikan naik ke Siaga 2 pada Senin (7/7) pukul 14.00 WIB.
  • Pos Pantau Angke Hulu dari Siaga 3 naik ke Siaga 2 pukul 20.00 WIB dan mencapai Siaga 1 (Bahaya) pukul 22.00 WIB.
  • Pos Pantau Sunter Hulu naik ke Siaga 2 pada pukul 21.00 WIB.
  • Bendung Katulampa, Pintu Air Manggarai, dan Pintu Air Karet juga menunjukkan peningkatan status ke Siaga 2 pada Senin malam.

“Kondisi ini menyebabkan munculnya beberapa genangan di berbagai titik wilayah DKI Jakarta,” kata Isnawa.

Penanganan Cepat: BPBD Kerahkan Personel dan Koordinasi Lintas Dinas

Untuk mengatasi dampak banjir, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat di lapangan. Koordinasi dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

“Kami melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik, berkoordinasi bersama lurah dan camat setempat,” jelas Isnawa.

BPBD juga memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi selama masa tanggap darurat.

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan air, terutama di wilayah rawan. Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan darurat 112, yang tersedia gratis dan beroperasi 24 jam.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi 112,” tegas Isnawa.

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka

Infografis Sehabis Hujan Deras Terbit Lagi Banjir Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya