Terdampak Banjir, Wali Kota Tangerang Intruksikan Semua Kepala Dinas Tangani Cepat dan Tepat

Wali Kota Tangerang Sachrudin menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk hadir langsung memberikan pelayanan dan penanganan terdampak banjir di wilayahnya, Selasa (8/7/2025).

oleh Pramita TristiawatiDiperbarui 08 Juli 2025, 11:59 WIB
Instruksi Wali Kota Tangerang Sachrudin terkait pelayanan dan penanganan terdampak banjir di wilayahnya. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Tangerang Sachrudin menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk hadir langsung memberikan pelayanan dan penanganan terdampak banjir di wilayahnya, Selasa (8/7/2025).

"Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus benar-benar hadir untuk masyarakat. Saya minta OPD terkait segera melakukan langkah-langkah konkret yang dibutuhkan warga," ujar Sachrudin, saat ditemui di daerah Cipondoh, Selasa (8/7/2025).

"Tambah mesin pompa air untuk mempercepat surutnya genangan, dirikan posko banjir yang melibatkan tim kesehatan, dan siapkan juga bantuan sembako serta makanan siap saji untuk warga yang membutuhkan," sambung dia.

Dia mengatakan, instruksi tersebut diberikan untuk memastikan setiap warga terdampak banjir mendapatkan penanganan cepat dan tepat, sekaligus memperkuat koordinasi antar perangkat daerah di lapangan.

Wali Kota Tangerang Sachrudin juga menekankan pentingnya antisipasi dan respons yang menyeluruh, mulai dari evakuasi, layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

"Hadir langsung di lokasi adalah bentuk komitmen kita dalam melayani. Jangan hanya menunggu laporan, tetapi jemput bola dan pastikan masyarakat merasa didampingi," ucap dia.

Sachrudin juga meminta seluruh jajaran, termasuk camat dan lurah, untuk aktif memonitor wilayah masing-masing, turun langsung ke lapangan, dan tidak hanya menunggu laporan.

"Fokus kita adalah keselamatan dan kenyamanan warga. Semua harus bergerak cepat dan hadir langsung," terang dia.

Sebagai bentuk komunikasi dua arah, lanjut Sachrudin, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kondisi mendesak atau genangan yang membahayakan melalui call center 112 atau kanal layanan resmi Pemkot Tangerang.

"Kami berharap dengan kerja sama dan kesigapan seluruh pihak, banjir ini bisa segera teratasi dan aktivitas masyarakat kembali normal," tandas dia.

 

Data BPBD Kota Tangerang

Banjir merendam Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (Foto: BPBD Tangsel)

Sementara itu, sebelumnya, berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, genangan air saat ini tercatat masih terjadi di beberapa titik, antara lain di wilayah Kecamatan Cipondoh, Benda, Pinang, Periuk, Karang Tengah, Batuceper dan Cibodas. Di beberapa lokasi, ketinggian air bervariasi mulai dari 20 hingga 60 cm.

Sebagai langkah cepat, Pemkot Tangerang telah menyiagakan lebih dari 7 unit pompa portabel tambahan dan memaksimalkan 30 rumah pompa permanen yang tersebar di wilayah rawan banjir.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) juga menerjunkan petugas secara bergantian untuk memastikan semua pompa berfungsi optimal.

"Petugas kami di lapangan terus memantau ketinggian air dan memastikan pompa portable maupun rumah pompa bekerja 24 jam penuh," ucap Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeini.

Selain upaya teknis mengurangi genangan, Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan bersama PMI Kota Tangerang telah mendirikan 7 posko banjir yang dilengkapi dengan tenaga medis, obat-obatan, serta ambulans siaga untuk keperluan evakuasi warga lanjut usia, anak-anak, maupun warga yang sakit.

"Kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan distribusi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh warga di tengah kondisi cuaca ekstrem," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dinny Anggraeni.

 

Banjir di Tangerang, 550 KK Mengungsi

Hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (3/3) malam hingga Selasa (4/3/2025) pagi hari membuat sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Banten terendam genangan air. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, hujan deras yang kembali mengguyur kawasan Tangerang, membuat sejumlah titik yang sebelumnya sempat surut dari banjir, pada Senin malam 7 Juli 2025 kembali terendam lagi.

Bahkan sejumlah akses jalan yang lebih rendah dari permukaan sungai ataupun aliran kali, juga terendam banjir. Seperti di bawah flyover Taman Cibodas, Kota Tangerang.

Dimana biasanya bisa dilewati khusus truk ataupun kendaraan kecil yang ingin putar balik, namun BPBD setempat melaporkan pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB, sudah tidak bisa dilewati.

"Mohon perhatian, ketinggian air akibat luapan Kali Sabi sudah setinggi kira-kira 1.5 meter. Sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan," ungkap petugas BPBD yang memberi laporan.

Banjir juga meninggi di bypass Bintaro depan BXC, Kota Tangsel. Akibatnya, kendaraan sudah tidak bisa melintas dan pemilik kawasan menutup sementara agar tidak ada kendaraan yang terjebak.

Berdasarkan catatan BPBD Tangsel, sedikitnya terdapat 14 titik yang terendam banjir dan menyebabkan 550 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Berdasarkan data yang di terima Tangselife, titik banjir tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari Ciputat, Pamulang, Ciputat Timur, hingga Pondok Aren.

Penata layanan operasional Danton BPBD Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan, selain karena hujan deras, banjir juga disebabkan karena meluapnya beberapa aliran sungai.

"Penyebab intensitas hujan deras dan meluapnya aliran sungai,” kata Dian Wiryawan melalui keterangan tertulis.

Dian menerangkan, puluhan anggota BPBD Tangsel pun di sebar ke berbagai titik banjir untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak.

Sebab ketinggian air beragam, mulai dari 30 cm hingga 1.5 meter.

 

Banjir Jakarta Meluas pada Selasa Pagi, Kini Rendam 46 RT di Empat Wilayah

Banjir di sejumlah wilayah disebabkan tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta pada Minggu 6 Juli 2025. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Banjir yang melanda DKI Jakarta sejak Senin (7/7/2025) sore kini semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, jumlah Rukun Tetangga (RT) yang terdampak banjir meningkat dari 35 menjadi 46 RT pada Selasa pagi (8/7/2025).

"Data per pukul 06.00 WIB, genangan terjadi di 46 RT yang tersebar di empat wilayah kota administrasi," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data terbaru BPBD DKI Jakarta, berikut rincian wilayah terdampak banjir:

  • Jakarta Barat: 10 RT
  • Jakarta Timur: 9 RT
  • Jakarta Selatan: 25 RT
  • Jakarta Utara: 2 RT

Sebelumnya, pada pukul 05.00 WIB, jumlah RT yang terendam masih berada di angka 35. Namun, dalam kurun waktu satu jam, jumlah tersebut meningkat drastis seiring curah hujan yang tinggi dan meluapnya sungai di beberapa titik.

"Banjir di wilayah Jakarta Barat, Timur, dan Selatan disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya aliran sungai. Sedangkan di Jakarta Utara, turut dipengaruhi oleh banjir rob yang menerjang kawasan pesisir," terang Isnawa seperti dikutip dari Antara.

BPBD DKI juga mencatat bahwa ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,3 meter, tergantung kontur dan lokasi wilayah terdampak.

Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat terus dikerahkan untuk melakukan penyedotan air, evakuasi warga bila diperlukan, serta memastikan saluran air berfungsi optimal.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah ibu kota. Masyarakat diminta segera menghubungi 112, layanan darurat yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa, jika mengalami keadaan darurat.

Infografis Sehabis Hujan Deras Terbit Lagi Banjir Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya