Liputan6.com, Jakarta PCMan akan menggelar MoodleMoot Indonesia 2025 pada 21–22 Juli mendatang di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Forum tahunan ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi pembelajaran digital di Tanah Air.
Mengusung tema “Empowering Learning through Innovation with AI, Data & Gamification”, konferensi tahun ini menyoroti peran teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), analitik data, hingga elemen gamifikasi dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan menyenangkan.
Advertisement
Sebagai bagian dari rangkaian global MoodleMoot, acara ini akan menghadirkan para pendidik, pengembang, praktisi teknologi, hingga institusi pendidikan untuk berbagi pengalaman, studi kasus, dan solusi implementasi terbaru.
Fokus utama konferensi
Fokus utama jatuh pada integrasi Moodle 5.0 dengan fitur-fitur mutakhir yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman belajar pengguna.
Selama dua hari, peserta akan disuguhkan sesi seminar, lokakarya interaktif, hingga demo langsung berbagai inovasi digital. Wawasan teknis dan strategis yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja maupun institusi pendidikan.
Harapan membantu mempercepat transformasi digital pendidikan
“Melalui MoodleMoot 2025, kami ingin mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem pembelajaran digital untuk mendorong inovasi yang berdampak nyata,” ujar Pony Halim, VP of Technology PCMan.
Ia juga menegaskan harapannya agar forum ini menjadi titik temu bagi kolaborasi lintas sektor demi mempercepat transformasi digital pendidikan di Indonesia.
PT Pasifik Cipta Mandiri (PCMan) yang merupakan Moodle Certified Services Provider berkomitment mendukung transformasi digital pendidikan melalui teknologi yang terbuka dan inovatif.
Acara ini didukung oleh sejumlah mitra yang berperan aktif dalam ekosistem pendidikan digital, termasuk Sangfor, Xendit, Advan, Sangfor, Pax8, serta CITCOM (C-Level IT Community).
Kolaborasi ini menjadi cerminan sinergi antara dunia pendidikan dan industri teknologi dalam menciptakan sistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.