Cerita Transfer Gagal Ivan Rakitic ke Sunderland yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Ivan Rakitic ternyata nyaris bergabung dengan Sunderland pada 2011 hanya seharga sekkitar Rp8 miliar, sebelum akhirnya meledak di Sevilla dan Barcelona.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 08 Juli 2025, 09:36 WIB
Ivan Rakitic merupakan pemain Timnas Swiss junior. Namun, saat bermain di level senior, ia mendapatkan panggilan dari Timnas Kroasia yang saat itu dimanajeri oleh Slaven Bilic. Pada Piala Dunia 2018, Rakitic berhasil membawa Skuat Vatreni hingga partai final. (AFP/Kirill Kudryavtsev)

Liputan6.com, Jakarta Ivan Rakitic baru saja mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada usia 37 tahun. Gelandang Kroasia itu mengakhiri karier gemilangnya setelah tampil untuk klub seperti Sevilla, Barcelona, dan timnas Kroasia yang ia bawa ke final Piala Dunia 2018.

Meski identik dengan klub-klub besar Eropa, ternyata Rakitic pernah nyaris menjadi milik klub Premier League yang jauh dari sorotan: Sunderland. Transfer itu hampir terjadi pada 2011, ketika ia masih bermain untuk Schalke 04.

Rakitic kini akan tetap berada di dunia sepak bola, bergabung dengan struktur kepemimpinan olahraga Hajduk Split, klub terakhir yang ia bela sebelum pensiun.


Sunderland Sempat di Ambang Dapatkan Rakitic

Ivan Rakitic. Pemain asal Kroasia ini dilepas ke mantan klubnya, Sevilla di awal kedatangan Ronald Koeman pada 2020/2021. Selama total 6 musim memperkuat Barcelona, ia sukses meraih 13 gelar termasuk raihan treble winners pada 2015. (AFP/Cristina Quicler)

Pada Januari 2011, kontrak Rakitic bersama Schalke tinggal enam bulan lagi. Saat itu, tim scouting Sunderland yang dipimpin Ian Atkins sudah mengidentifikasi sang pemain sebagai target potensial.

Menurut Atkins, mereka sudah menyiapkan rencana untuk mendatangkan Rakitic dengan kompensasi tak lebih dari £380 ribu (sekitar Rp8 miliar). Jika kesepakatan pra-kontrak terwujud, Sunderland bisa merekrutnya secara resmi musim panasnya tanpa biaya transfer besar.

Sayangnya, klub asal Inggris itu tidak menindaklanjuti minat tersebut. Schalke pun memilih menjual Rakitic ke Sevilla dengan mahar sekitar £2 juta (sekitar Rp44 miliar) untuk menghindari kehilangan sang pemain secara cuma-cuma.


Dari Gagal ke Inggris, Melejit Bersama Sevilla dan Barcelona

3. Ivan Rakitic - Pemain asal Kroasia ini kembali ke Sevilla usai tidak masuk dalam rencana Ronald Koeman di Barcelona pada musim panas ini. Ivan Rakitic kembali ke Sevilla setelah enam tahun meninggalkan klub yang membesarkan namannya pada 2011-2014. (AFP/Attila Kisbenedek)

Kepindahan ke Sevilla menjadi titik balik karier Rakitic. Di klub Andalusia itu, ia menjelma menjadi jenderal lini tengah dan membawa tim menjuarai Liga Europa.

Tak lama kemudian, Barcelona datang meminangnya. Di Camp Nou, Rakitic memenangkan Liga Champions, empat gelar La Liga, dan berbagai trofi lainnya, menjadikannya salah satu gelandang terbaik di generasinya.

Ian Atkins, yang kemudian hengkang ke Everton pada 2012, menyesali kegagalan itu. Ia menulis dalam refleksi pribadinya bahwa setelah kepergiannya, sistem rekrutmen Sunderland menurun drastis, dan klub mulai menghamburkan dana untuk pembelian yang gagal total.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya