Ivan Rakitic Pensiun: Perjalanan Sang Maestro dari Basel hingga Final Liga Champions

Ivan Rakitic resmi pensiun dari sepak bola. Dari Basel ke Barcelona, inilah perjalanan karier sang maestro Kroasia yang sarat prestasi dan momen ikonik.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 08 Juli 2025, 09:34 WIB
3. Ivan Rakitic - Pemain asal Kroasia ini kembali ke Sevilla usai tidak masuk dalam rencana Ronald Koeman di Barcelona pada musim panas ini. Ivan Rakitic kembali ke Sevilla setelah enam tahun meninggalkan klub yang membesarkan namannya pada 2011-2014. (AFP/Attila Kisbenedek)

Liputan6.com, Jakarta Gelandang veteran asal Kroasia, Ivan Rakitic, resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada usia 37 tahun. Melalui unggahan emosional di media sosial, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sepak bola yang telah memberinya "lebih dari yang bisa ia bayangkan".

Rakitic menutup kariernya setelah membela Hajduk Split, usai sempat berpetualang di Arab Saudi bersama Al Shabab. Dalam pesannya, ia mengenang perjalanan panjangnya dan menyebut sepak bola telah memberinya keluarga, pelajaran hidup, serta kenangan yang akan ia simpan selamanya.

"Ini waktunya menikmati sepak bola dari sudut pandang lain, dari tribun, kantor, rumah, atau di mana pun hidup membawaku," tulisnya dalam pesan perpisahan yang penuh rasa syukur.


Dari Basel ke Barcelona: Karier Panjang yang Tak Tergantikan

Ivan Rakitic. Pemain asal Kroasia ini dilepas ke mantan klubnya, Sevilla di awal kedatangan Ronald Koeman pada 2020/2021. Selama total 6 musim memperkuat Barcelona, ia sukses meraih 13 gelar termasuk raihan treble winners pada 2015. (AFP/Cristina Quicler)

Ivan Rakitic lahir di Rheinfelden, Swiss, pada 10 Maret 1988. Ia memulai karier profesionalnya di FC Basel sebelum hijrah ke Bundesliga untuk memperkuat Schalke 04.

Pada Januari 2011, Sevilla memboyongnya ke La Liga, di mana ia kemudian menjadi kapten dan membawa klub menjuarai Liga Europa.

Puncak kariernya datang saat bergabung dengan Barcelona pada 2014. Di musim pertamanya, Rakitic langsung mencatat sejarah dengan meraih treble, Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Ia mencetak gol pembuka di final Liga Champions 2015 dan menjadi pemain pertama yang memenangi Liga Europa dan Liga Champions secara beruntun dengan dua klub berbeda.

Selama membela Barcelona, Rakitic mengoleksi 13 trofi utama termasuk empat gelar La Liga dan dua gelar Piala Dunia Antarklub. Ia dikenal sebagai gelandang kreatif dengan visi tajam, teknik mumpuni, dan etos kerja luar biasa.


Lebih dari 100 Caps dan Finalis Piala Dunia Bersama Kroasia

Ivan Rakitic merupakan pemain Timnas Swiss junior. Namun, saat bermain di level senior, ia mendapatkan panggilan dari Timnas Kroasia yang saat itu dimanajeri oleh Slaven Bilic. Pada Piala Dunia 2018, Rakitic berhasil membawa Skuat Vatreni hingga partai final. (AFP/Kirill Kudryavtsev)

Rakitic memulai debut internasionalnya untuk Kroasia pada 2007. Ia tampil di lima turnamen besar termasuk Euro 2008, Euro 2012, Piala Dunia 2014, Euro 2016, dan tentu saja Piala Dunia 2018, di mana ia menjadi bagian penting dari tim yang mencapai final dan menjadi runner-up dunia.

Sepanjang karier internasionalnya, ia mengoleksi lebih dari 100 caps dan dikenal sebagai tandem sempurna bagi Luka Modric di lini tengah Kroasia. Kontribusinya tidak hanya hadir dalam bentuk statistik, tapi juga dalam kepemimpinan dan ketenangan dalam situasi krusial.

Dengan segudang pengalaman, Rakitic meninggalkan warisan besar bagi generasi pemain Kroasia berikutnya.

Ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Kroasia sebanyak satu kali, menegaskan statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya