Liputan6.com, Jakarta Masa depan Marcus Rashford bersama Manchester United kini berada di ujung tanduk. Sang winger dijadwalkan bertemu dengan pihak klub dalam beberapa hari ke depan untuk membicarakan kemungkinan hengkang.
Situasi ini muncul di tengah krisis finansial yang dialami MU usai gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Klub dikabarkan membutuhkan dana tambahan untuk mendanai perombakan skuad.
Advertisement
Nama Rashford menjadi salah satu pemain yang kemungkinan besar akan dilepas. Pemain 27 tahun itu telah menyadari bahwa dirinya tidak termasuk dalam rencana pelatih Ruben Amorim untuk musim mendatang.
Tak Masuk Rencana Amorim
Menurut laporan Fabrizio Romano, Rashford sudah menerima kenyataan bahwa ia tidak akan menjadi bagian dari proyek Amorim di Old Trafford. Hal ini membuka jalan bagi kemungkinan transfer permanen setelah sempat dipinjamkan ke Aston Villa pada Januari lalu.
Namun, Villa tampaknya tak tertarik mempermanenkan status Rashford. Meski punya opsi beli senilai £40 juta, klub itu memilih untuk tidak mengaktifkannya karena terkendala situasi finansial internal.
Gaji Rashford yang dilaporkan mencapai lebih dari £300.000 per pekan juga menjadi kendala besar bagi klub peminat. Beban itu dinilai terlalu tinggi bagi Villa dalam kondisi sekarang.
Barcelona Tertarik, tapi Ada Kendala
Di sisi lain, Barcelona dikabarkan tertarik mendatangkan Rashford, terutama setelah Nico Williams memperpanjang kontrak bersama Athletic Bilbao hingga 2035. Namun, klub Catalan juga menghadapi keterbatasan dana.
Jika benar-benar ingin bergabung ke Barca, Rashford kemungkinan harus bersedia menurunkan tuntutan gajinya secara signifikan. Bahkan jika transfer terwujud, ia belum tentu menjadi pilihan utama.
Dengan keberadaan nama-nama seperti Lewandowski, Lamine Yamal, dan Raphinha, Rashford berisiko hanya menjadi pemain pelapis. Padahal, menjelang Piala Dunia 2026, waktu bermain yang konsisten sangat krusial baginya.