Liputan6.com, Jakarta Malam ini, Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi saksi pertemuan perdana Grup A Piala Presiden 2025. Oxford United bakal menjajal kekuatan Liga Indonesia All Star pada pukul 19.30 WIB.
Pertandingan ini sekaligus menjadi debut tim All Star yang dibentuk dari berbagai pemain Liga 1. Meski hanya punya waktu persiapan yang singkat, tim dadakan ini mengusung semangat yang menyala dan membidik penampilan maksimal di laga pembuka.
Advertisement
Dengan dukungan suporter tuan rumah, laga ini diyakini akan berlangsung menarik. Tim All Star pun diharapkan bisa tampil lepas dan menunjukkan kualitas terbaik mereka.
Tim Dadakan, Tekad Besar
Liga Indonesia All Star memang baru dibentuk jelang turnamen ini. Meski begitu, semangat kolektif langsung terlihat sejak latihan pertama.
Pelatih Rahmad Darmawan menekankan pentingnya kerja sama dan disiplin taktik. “Kita hanya fokus bagaimana pemain dapat melaksanakan apa yang sudah kita desain,” ujarnya.
Dengan waktu terbatas, pendekatan yang diambil pun dibuat sesederhana mungkin. Fokus utama adalah membentuk pemahaman taktis dasar yang bisa langsung diterapkan di lapangan.
Analisis Singkat, Lawan Tak Dianggap Enteng
Oxford United mungkin sedang dalam sesi pramusim, tapi tetap jadi lawan yang patut diwaspadai. Tim asal Inggris itu cukup solid sepanjang musim lalu di Championship.
Rahmad Darmawan mengaku sudah mencermati gaya main lawan lewat rekaman pertandingan. “Saya cuma menganalisis dari kebiasaan Oxford United bermain, katanya. Untuk pemain-pemain kuncinya, ia mengaku belum begitu paham.
Walau informasi terbatas, ia tetap menyusun strategi antisipasi. Pemain diminta fokus dan disiplin untuk menjaga struktur permainan.
Main Berani, Tak Perlu Terpengaruh Psywar
Di antara enam tim peserta, skuad All Star tidak terlalu diperhitungkan karena dibentuknya memang dadakan. Namun, Rahmad tak ingin terpancing opini luar.
Sebaliknya, ia mendorong anak asuhnya untuk tampil berani dan lepas. “Saya ingin pemain berani bagaimana melakukan serangan dan dan bagaimana melakukan build-up, bagaimana melakukan passing,” tegasnya.
Fokus utama bukan soal citra tim dadakan, tapi bagaimana menampilkan permainan terbaik. Dalam latihan terakhir, menurutnya, para pemain sudah paham betul dengan rencana permainan.