Disorot Plesiran Istri Diduga Minta Fasilitas Negara, Menteri UMKM Cuma Respons Begini

Di tengah sorotan terkait dugaan penyalahgunaan fasilitas negara, Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman hadir dalam kegiatan Forum Bisnis (Forbis) 2025 yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember pada Sabtu (5/7/2025) sore.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 08 Juli 2025, 09:00 WIB
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman saat berbicara di acara HIPMI Jember. (Istimewa)

Liputan6.com, Banyuwangi Di tengah sorotan terkait dugaan penyalahgunaan fasilitas negara, Menteri UMKM Maman Abdurrahman hadir dalam kegiatan Forum Bisnis (Forbis) 2025 yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember pada Sabtu (5/7/2025) sore.

Sebelumnya, beredar surat resmi dari Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim kepada sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Eropa. Dalam surat itu, anak buah Menteri Maman Abdurrahman secara resmi meminta sejumlah KBRI tersebut untuk memfasilitasi plesiran istri Maman Abdurrahman ke sejumlah kota di Eropa. 

Saat mengawali sambutan di acara Forbis 2025 HIPMI Jember, Menteri UMKM Maman Abdurrahman seolah menyadari adanya sorotan tersebut. Ia pun menyinggungnya dengan setengah berkelakar di hadapan ratusan pengusaha muda di Jember.

“Berbicara soal ibu-ibu, ini agak sensitif. Lagi banyak yang sayang ke saya,” ujar Maman yang disambut tawa hadirin.

Namun Maman memilih untuk menanggapi sorotan tersebut dengan positif. “Ini adalah bentuk rasa sayang. Jadi mereka berkepentingan untuk melakukan kontrol terhadap saya,” tutur menteri asal Partai Golkar tersebut.

Di sisi lain, Maman menegaskan bahwa pihaknya tetap berada di jalur yang benar terkait tuduhan penyalahgunaan fasilitas negara tersebut.

“Tapi Insya Allah sampai hari ini, kami masih mengedepankan mana yang haq dan bathil,” papar Maman. 

"Insya Allah, apapun yang dilakukan, tentunya Allah yang paling tahu," sambungnya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Dukungan untuk Pelaku Usaha

Meski diterpa isu pribadi, Maman tetap fokus pada pembahasan substansial. Ia menegaskan pentingnya menyatukan peran HIPMI dengan pelaku UMKM agar tidak terjadi dikotomi antara keduanya.

“Momentum positif pasca HUT Kewirausahaan HIPMI beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pengusaha muda dan pelaku UMKM, termasuk ibu-ibu, bisa bersatu dalam satu semangat kewirausahaan,” tegasnya.

Menurut Maman, selama ini publik kerap memisahkan antara pengusaha HIPMI dan pelaku UMKM, padahal keduanya sama-sama menjalankan aktivitas kewirausahaan. 

Ia pun juga menyebut emak-emak yang membuka warung di rumah hingga pengusaha kecil dengan beberapa outlet bakso adalah pelaku ekonomi yang layak mendapat dukungan setara.

“Kolaborasi UMKM dan HIPMI sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi,” pungkas menteri asal Kalimantan Barat ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya