BSI dan Mekari Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Syariah Digital Efisien dan Terintegrasi

Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi BSI untuk membangun ekosistem keuangan syariah digital yang inklusif dan memberdayakan.

oleh Tim BisnisDiperbarui 04 Juli 2025, 15:09 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama PT Mid Solusi Nusantara (Mekari) menyepakati kerjasama kolaborasi integrasi sistem digital platform BEWIZE by BSI dan ekosistem layanan Mekari. (kiri-kanan). Acara dihadiri oleh Direktur Treasury & International Banking BSI (berlaku efektif setelah lulus fit n proper OJK), Senior Vice President Transaction Banking Wholesale Fajar Ari Setiawan, Direktur Transaction Banking BSI Zaidan Novari, AVP Partnership & Acquisition PT Mid solusi Nusantara Michelle Anggraeni dan Chief Revenue Officer PT Mid Solusi Nusantara Sandy Suryanto di Jakarta. Dok BSI

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui platform digital BEWIZE by BSI, menjalin kerja sama strategis dengan PT Mid Solusi Nusantara (Mekari) melalui komitmen penandatangan Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan ini menandai kolaborasi penting dalam integrasi sistem digital antara BEWIZE dan ekosistem layanan Mekari.

Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari menyampaikan kemitraan ini sebagai upaya mendorong transformasi digital berbasis nilai-nilai syariah melalui platform BEWIZE by BSI untuk menciptakan solusi keuangan syariah yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi bagi para pelaku usaha. Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi BSI untuk membangun ekosistem keuangan syariah digital yang inklusif dan memberdayakan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup integrasi menyeluruh yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan jangkauan layanan digital syariah.

Salah satu pilar utama kolaborasi ini adalah integrasi layanan transaksional dan pembiayaan dalam satu platform yang memungkinkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan perbankan dengan lebih mudah dan cepat. Proses akuisisi nasabah baru pun menjadi lebih efisien, dan mendukung upaya digitalisasi layanan perbankan syariah secara menyeluruh.

Sinergi ini mempermudah pengelolaan kas dan laporan keuangan bagi pelaku usaha, sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi antara bank, nasabah atau pengguna, serta mitra dan rekanan usaha. Dengan sistem terintegrasi yang dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis masa kini.

Kolaborasi strategis

Bank Syariah Indonesia. (Foto: Istimewa)

Selain integrasi sistem, Zaidan menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini juga mencakup kolaborasi strategis dalam hal pengembangan bisnis, penguatan ekosistem digital, serta perluasan jangkauan layanan ke segmen pasar yang lebih luas. Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga membuka peluang peningkatan fee-based income serta potensi pengembangan bisnis baru bagi kedua belah pihak.

“Dengan adanya sinergi ini, kami meyakini bahwa sinergi antara kedua belah pihak tidak hanya akan memperkuat fondasi bisnis masing-masing, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk memperluas jangkauan pasar secara digital yang strategis dan berkelanjutan,” ujar Zaidan.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Revenue Officer Mekari Sandy Suryanto mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkrit dalam memperkuat digitalisasi ekonomi syariah yang lebih intuitif dan berkelanjutan. “Sinergi ini membawa visi bersama, yaitu pertama mendorong inklusi keuangan syariah berbasis teknologi. Yang kedua adalah memfasilitasi transformasi digital bagi pelaku usaha syariah, dengan tetap menjaga prinsip halal, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Sandy.

Sandy memaparkan harapannya agar sinergi ini dapat mendorong transformasi digital yang lebih inklusif dan memberdayakan, tidak hanya untuk kedua entitas, tetapi juga untuk para pelaku usaha dan masyaraka. “Harapan kami kolaborasi ini menjadi katalis pertumbuhan ekonomi halal digital Indonesia, yang tidak hanya mempermudah akses tetapi juga memberikan dampak nyata dalam jangka panjang,” pungkas Sandy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya