Fisioterapis Bantah Diogo Jota Mabuk saat Kecelakaan: Dia Profesional Sejati!

Fisioterapis Miguel Goncalves membantah keras rumor bahwa Diogo Jota sedang mabuk atau berpesta sebelum kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya

oleh Asad ArifinDiperbarui 04 Juli 2025, 13:33 WIB
Beberapa meter dari pagar besi itu terdapat tanda bekas kebakaran. Selain pohon-pohon di pinggir jalan terlihat gosong, terdapat pula sisa-sisa kebakaran dari kendaraan yang dikendarai Jota. (Cesar Manso/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Fisioterapis Miguel Goncalves membantah keras rumor bahwa Diogo Jota sedang mabuk atau berpesta sebelum kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya. Dia mengungkap bahwa striker Liverpool itu justru tengah menjalani masa pemulihan dengan penuh disiplin dan semangat tinggi.

Jota meninggal dunia bersama adiknya, Andre, dalam kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil Lamborghini Huracan Evo Spyder di A-52, Cernadilla, Spanyol, Kamis (3/7/2025) dini hari waktu setempat. Mobil mewah itu dilaporkan kehilangan kendali saat menyalip kendaraan lain, diduga akibat ban pecah.

Goncalves, yang bekerja di Rumah Sakit Sao Joao, Porto, merupakan sosok yang menangani pemulihan Jota dari kondisi pneumotoraks atau kolapsnya paru-paru kanan. Menurutnya, Jota menunda operasi demi membela Portugal di UEFA Nations League, lalu mulai menjalani fisioterapi intensif setelah pertandingan final kontra Spanyol awal bulan ini.

“Saya bekerja dengannya setiap hari sejak Sabtu sampai Rabu malam. Saat makan malam sekitar pukul 8.30 malam, saya mengucapkan selamat tinggal kepada Diogo dan Andre,” ungkap Goncalves kepada Record, media Portugal.


Bantah Keras Rumor Mabuk dan Pesta

Pemain depan Liverpool asal Portugal, Diogo Jota melakukan selebrasi setelah mencetak gol saat pertandingan putaran ketiga Piala Liga Inggris melawan West Ham United di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris pada 25 September 2024. (Paul ELLIS/AFP)

Goncalves menyatakan bahwa tidak ada pesta atau konsumsi alkohol sebelum kecelakaan terjadi. "Saya membaca beberapa hal di internet yang sangat disesalkan, bahkan ada yang saya dengar dari media. Untuk lebih jelasnya, Diogo dan Andre sama sekali tidak berpesta," katanya.

Keduanya disebut berencana menempuh perjalanan darat dari Portugal ke Inggris demi menghindari risiko penerbangan bagi kondisi paru-paru Jota. Mereka akan naik kapal feri Brittany Ferries dari Santander menuju Plymouth, yang dijadwalkan berangkat Kamis sore dan tiba di Inggris Jumat pagi.

"Perjalanan itu direncanakan dengan sangat matang. Mereka akan berkendara malam hari karena suhu udara lebih dingin, dan akan menginap dulu di daerah Burgos sebelum lanjut ke Santander," jelas Goncalves.


Profesionalisme dan Semangat Tinggi

Diogo José Teixeira da Silva, better known as Diogo Jota, passed away on July 3, 2025.

Goncalves mengenang Jota sebagai pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Bahkan, agar pulih dan berada dalam kondisi terbaik ketika musim 2025/2026 dimulai, Diogo Jota memilih absen dari tur pramusim ke Jepang.

"Dia adalah seorang profesional yang tak tertandingi. Dia sangat patuh terhadap setiap instruksi medis," kata Jota.

Lanjut Baca:

Striker 28 tahun itu baru saja menikahi kekasih masa kecilnya, Rute, dalam upacara Katolik yang sakral di Porto, dua minggu sebelum kecelakaan terjadi. Ia juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di Liverpool pada Senin mendatang. Kecelakaan yang menewaskan Jota dan Andre terjadi hanya sekitar 10 mil dari perbatasan Portugal. Pejabat Spanyol, Angel Blanco, menyatakan bahwa kedua korban meninggal di tempat kejadian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya