Bukalapak Lanjutkan Buyback Saham, Siapkan Rp 1,13 Triliun

Aksi korporasi Buyback yang dijalankan oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 04 Juli 2025, 11:45 WIB
Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan dana maksimal sebesar Rp1,13 triliun. Aksi korporasi ini merupakan lanjutan dari program buyback sebelumnya yang dimulai pada Maret 2025, dan didorong oleh kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/7/2025), Buyback ini akan dilaksanakan mulai 7 Juli hingga 6 Oktober 2025, dengan mekanisme pembelian yang dapat dilakukan baik melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, secara bertahap atau sekaligus.

Perseroan juga menegaskan aksi buyback ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.

Dari total dana yang sebelumnya telah dialokasikan sebesar Rp 1,9 triliun, Bukalapak masih memiliki sisa dana sebesar Rp 1,131 triliun. Dana ini akan digunakan secara optimal untuk membeli kembali saham yang telah beredar, sebagai bentuk komitmen Perseroan menjaga kepercayaan investor.

Dengan melakukan Pembelian Kembali saham, BUKA bertujuan untuk menunjukkan keyakinan terhadap nilai intrinsiknya, mengoptimalkan struktur modal, serta memperkuat kemampuannya dalam memberikan nilai pertumbuhan yang berkelanjutan kepada para pemegang saham.

Bukalapak memastikan pelaksanaan buyback ini tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kondisi keuangan, operasional, maupun pertumbuhan usaha. Secara proforma, aksi buyback ini akan menurunkan ekuitas konsolidasi Perseroan dari Rp 23,55 triliun menjadi R p21,75 triliun.

Bukalapak Kantongi Laba Rp 110,66 Miliar pada Kuartal I 2025

Ilustrasi Bukalapak (Dok: Bukalapak)

Sebelumnya, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal pertama tahun 2025. Perseroan memulai tahun ini dengan momentum yang kuat, didorong oleh peningkatan yang signifikan pada pendapatan, margin kontribusi, profitabilitas, dan efisiensi operasional.

Mulai kuartal I 2025, Bukalapak mengadopsi struktur segmentasi bisnis yang baru, beralih dari yang sebelumnya segmen Marketplace dan O2O, menjadi empat segmen strategis: Mitra Bukalapak, Gaming, Retail, dan Investment. Perubahan ini mencerminkan fokus perusahaan yang semakin tajam pada pilar-pilar intinya untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang.

Pendapatan keseluruhan tumbuh 37% secara kuartalan (QoQ) dari Rp 1,1 triliun pada kuartal IV 2024 menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal I 2025, didorong oleh momentum yang berkelanjutan di segmen Gaming dan Retail. Margin kontribusi meningkat hampir dua kali lipat secara QoQ menjadi Rp 80 miliar, menandakan peningkatan efisiensi dan profil margin yang lebih kuat di seluruh segmen bisnis.

Dari Rugi ke Laba

Ilustrasi Bukalapak (Dok: Bukalapak)

Adjusted EBITDA menunjukkan peningkatan yang kuat sebesar 86% secara QoQ, dari minus Rp 147 miliar pada kuartal IV 2024 menjadi minus Rp 20 miliar pada kuartal I 2025, mencerminkan dampak positif dari inisiatif optimalisasi bisnis. Adjusted EBITDA BUKA ditambah Pendapatan Bunga Bersih juga meningkat dua kali lipat, dari Rp 105 miliar pada kuartal IV 2024 menjadi Rp 212 miliar pada kuartal I 2025.

Dengan mengecualikan biaya hukum dan biaya restrukturisasi one-off, beban G&A membaik sebesar 6% secara QoQ, yang menunjukkan disiplin operasional BUKA yang kuat.

Laba bersih tercapai positif menjadi Rp 112 miliar, dibandingkan dengan negatif Rp 955 miliar pada kuartal sebelumnya, didukung oleh peningkatan margin kontribusi, penurunan biaya one-off, dan peningkatan pada nilai investasi perseroan.

Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2025 tercatat sebesar Rp 110,66 miliar. Angka ini juga berbanding terbalik dari kuartal I 2024, di mana perseroan membukukan rgi periode berjalan yang dapta diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 41,97 miliar

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya