Persaingan 6 Pelatih di Piala Presiden 2025: Dari Bojan Hodak hingga Alexandre Gama

Lebih dari sekadar pemanasan, Piala Presiden jadi ajang mengukur kesiapan, meracik taktik, dan memperkenalkan wajah baru—termasuk dari sisi pelatih.

oleh Asad ArifinDiperbarui 03 Juli 2025, 12:25 WIB
Piala Presiden - Ilustrasi Logo Pesreta Piala Presiden 2025 (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta Piala Presiden 2025 bukan hanya sekadar turnamen pramusim biasa. Lebih dari sekadar pemanasan, Piala Presiden jadi ajang mengukur kesiapan, meracik taktik, dan memperkenalkan wajah baru—termasuk dari sisi pelatih.

Musim ini, deretan pelatih yang akan bersaing kian beragam. Mulai dari sosok yang sudah malang melintang di sepak bola Indonesia seperti Bojan Hodak dan Rahmad Darmawan, hingga nama-nama internasional seperti Gary Rowett dan Alexandre Gama.

Masing-masing membawa pendekatan dan filosofi yang berbeda. Ada yang mengusung permainan pragmatis nan efektif, ada pula yang menekankan dominasi menyerang. Dalam format turnamen singkat seperti Piala Presiden, fleksibilitas dan kecermatan membaca situasi bisa jadi pembeda antara sekadar partisipasi dan meraih trofi.

Berikut adalah daftar pelatih yang akan beradu taktik dan strategi dalam Piala Presiden 2025:


Persib Bandung: Bojan Hodak

Persib Bandung - Ilustrasi tactical board, Bojan Hodak (Bola.com/Adreanus Titus)

Bojan Hodak dikenal bukan sebagai pelatih yang mengedepankan penguasaan bola atau gaya bermain atraktif. Ia mengusung pendekatan pragmatis: memperkuat lini pertahanan, menunggu celah, dan memaksimalkan momen ketika lawan lengah. Dalam pandangan Hodak, kemenangan lebih penting ketimbang sekadar menguasai pertandingan.

Catatan statistik mendukung filosofi tersebut. Dari 75 laga bersama Persib, Hodak menorehkan 38 kemenangan, 26 hasil imbang, dan hanya menelan 11 kekalahan. Persib mencetak 135 gol dan hanya kebobolan 75 kali, sebuah bukti efektivitas dan kokohnya pertahanan.


Dewa United: Jan Olde Riekerink

Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink setelah laga pekan pertama BRI Liga 1 2023/2024 antara Dewa United melawan Arema FC di Stadion Indomilk, Tangerang, Minggu (02/07/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sejak mulai menukangi Dewa United, Riekerink telah memimpin tim dalam 85 pertandingan dengan torehan impresif: 36 kemenangan, 26 hasil imbang, dan hanya 23 kekalahan. Lebih dari itu, pendekatan menyerang sang pelatih terbukti menghasilkan produktivitas tinggi, dengan total 143 gol tercipta dalam periode tersebut.

Namun, pendekatan agresif ini juga memiliki sisi negatif. Sebanyak 105 gol bersarang ke gawang mereka, menandakan bahwa keseimbangan antara menyerang dan bertahan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Reputasi Riekerink pun tak bisa dipandang sebelah mata. Sebelum melatih di Indonesia, ia sempat menukangi klub-klub besar Eropa seperti Galatasaray dan SC Heerenveen.


Liga Indonesia All-Stars: Rahmad Darmawan

Pelatih Liga Indonesia All Stars, Rahmad Darmawan memimpin sesi latihan timnya jelang berlaga di Piala Presiden 2025. (Dok. PT LIB).

Penunjukan Rahmad Darmawan sebagai arsitek tim tentunya bukan tanpa pertimbangan. Pria yang akrab disapa Coach RD itu dikenal memiliki pendekatan personal yang kuat terhadap pemain, serta rekam jejak mentereng di level klub maupun tim nasional.

Lanjut Baca:

"Coach RD dipilih karena memiliki reputasi bagus di sepak bola Indonesia. Dia juga mantan pemain dan pelatih timnas. Pernah juga membawa klub menjuarai Liga Indonesia," kata Ketua OC Piala Presiden 2025, Arya Sinulingga. Dengan bekal pengalaman tersebut, Coach RD diharapkan mampu menyatukan para pemain dari latar belakang klub yang berbeda agar bisa tampil padu di atas lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya