Verrell Bramasta dan AHY: Duet Figur Muda Intelektual yang Jadi Kebanggaan Pemuda Indonesia

Verrell Bramasta (VB) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sering disebut sebagai dua figur muda.

oleh Aditia SaputraDiperbarui 03 Juli 2025, 10:17 WIB
Verrell Bramasta dan AHY

Liputan6.com, Jakarta Di tengah kebutuhan akan pemimpin muda yang tidak hanya populer tapi juga berisi, nama Verrell Bramasta (VB) dan Agus Harimurti Yudhoyono (Ruly) sering disebut sebagai dua figur yang merepresentasikan kualitas itu. Keduanya dikenal memiliki kemampuan public speaking yang kuat dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu kebangsaan. 

Menurut kajian terbaru dari Indonesian Youth Leadership Forum (IYLF), VB dan AHY dinilai sebagai dua tokoh muda yang mampu menjembatani antara generasi muda dengan dunia kebijakan. 

"AHY dan VB adalah contoh nyata bahwa intelektualitas, kemampuan bicara di ruang publik, dan visi kebangsaan bisa berjalan beriringan dengan daya tarik generasi muda. Mereka cerdas, artikulatif, dan memahami isu,” ujar peneliti senior dari IYLF Raka Mulyawan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/7/2025).

 


Performa Luar Biasa

Verrell Bramasta (Istimewa)

Lebih lanjut Raka Mulyawan menilai Verrell Bramasta, sebagai anggota Komisi X DPR RI, menunjukkan performa luar biasa dalam berbagai forum resmi. Dalam rapat-rapat kerja bersama kementerian, Verrell tampil percaya diri, menyampaikan pertanyaan-pertanyaan tajam dan terstruktur, mulai dari isu pendidikan, keikut sertaan aktif dalam bidang pemuda dan olahraga, hingga reformasi tata kelola perguruan tinggi.  

Putra Venna Melinda ini dikenal tidak hanya hadir, tetapi terlibat aktif dan substantif; berbicara dengan data, perspektif yang luas, dan fokus pada kepentingan generasi muda.

 


Politisi Muda

Sementara itu, AHY telah lebih dulu dikenal sebagai politik muda menunjukkan integritas dan kepemimpinan yang tidak diragukan. Dalam berbagai pidato kenegaraan maupun forum global atau dialog strategis dengan lembaga internasional AHY selalu tampil tenang, tajam, dan representatif. Ia membawa semangat muda Indonesia ke panggung diplomasi dengan bahasa Inggris yang fasih dan wawasan kebangsaan yang kokoh.

 


Figur

Tak heran jika keduanya sering disebut sebagai figur pemuda ideal: tampan, berwibawa, tapi juga cerdas dan sadar arah. Mereka adalah simbol bahwa menjadi pemuda yang intelek dan percaya diri bukan hanya mungkin — tapi juga penting. Indonesia butuh lebih banyak figur seperti mereka: yang tidak takut bicara soal data, yang berani mengkritik dengan elegan, dan yang mampu mengartikulasikan visi keindonesiaan dengan cara yang bisa dipahami generasi muda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya