Mahasiswa Papua di Surabaya Dapat Teror Kiriman Paket Biawak

Mahasiswa Papua yang ada di Surabaya mendapat teror dari orang tak dikenal berupa kiriman paket biawak. Apa penyebabnya?

oleh Dian KurniawanDiperbarui 07 Juli 2025, 15:07 WIB
Ilustrasi Teror. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Liputan6.com, Surabaya - Mahasiswa Papua yang ada di Surabaya mendapat teror dari orang tak dikenal berupa kiriman paket biawak. Anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya, Hengky mengaku pihaknya mendapatkan teror paket biawak hidup yang dimasukkan ke dalam karung beras 50 kilogram dan dikirimi oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di dalam asrama Jalan Kalasan, Tambaksari, pada Kamis 19 Juni 2025 lalu.

"Di Asrama Kalasan Surabaya, ada salah satu warga yang datang di depan pintu satu, memanggil kawan-kawan yang ada dalam asrama, katanya ada yang titip biawak," ujarnya, Rabu (2/7/2025).

"Lalu dia bertanya, biasa makan biawak? Kemudian beberapa kawan keluar dari asrama lalu memastikan siapa yang titip barang tersebut, ternyata ada dua OTK yang titip kepada warga sekitar,” imbuh Hengky.

Di hari yang sama, lanjut Hengky, beberapa OTK memasang spanduk provokatif di sekitar asrama dan sejumlah kontrakan yang ditempati para Mahasiswa Papua di Surabaya.

"Banner itu bernarasi penolakan terhadap rencana aksi kami. Poster bernada serupa juga menyebar di sekitar tempat tinggal kami," ucapnya.

“MASYARAKAT SURABAYA HARUS TAU !!! ALIANSI MAHASISWA PAPUA AMP ADALAH KELOMPOK SEPARATIS JARINGAN ORGANISASI PAPUA MERDEKA OPM TOLAK TEGAS AKSI MAKAR SEPARATISME,” tulis salah satu narasi di spanduk tersebut.

 

Pesan Teror

Selain itu, Hengky mengatakan, mereka juga didatangi beberapa orang diduga sebagai intelejen aparat, yang diklaim melakukan intimidasi terhadap Mahasiswa Papua, Jumat (20/6/2025) dini hari.

"Di salah satu kontrakan Mahasiswa Papua. Pada jam 00.42 WIB di datangi oleh beberapa intel aparat, kemudian melakukan provokasi kepada securiti setempat untuk mengawasi aktifitas Mahasiswa Papua di kontrakan tersebut," ujarnya.

Di malam harinya, kata Hengky, mereka juga mengaku mendapatkan pesan teror melalui WhatsApp dari dua nomor tak dikenal, yang secara serentak mengirimkan narasi ancaman pembunuhan, intimidatif dan rasis.

"Teror di WA (WhatsApp) secara serentak dengan dengan pilihan kata-kata yang intimidasi, diskriminasi, serta rasis. Kata-katanya yang di-chat di WA seperti ini; kami berada sampingmu, kami akan membunuhmu, dan lainnya," ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya