Harga Minyak Stabil di Tengah Antisipasi Kenaikan Produksi OPEC+

Harga minyak mentah Brent naik 37 sen, atau 0,55%, menjadi USD 67,11 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 34 sen, atau 0,55%, menjadi USD 65,45 per barel.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 02 Juli 2025, 08:30 WIB
Ilustrasi Harga Minyak Dunia Hari Ini. Foto: AFP

Liputan6.com, Jakarta Harga minyak dunia tetap stabil pada hari Selasa saat para investor mengevaluasi ekspektasi bahwa OPEC+ akan mengumumkan kenaikan produksi minyak untuk bulan Agustus dalam pertemuan mendatang serta perkembangan negosiasi perdagangan.

Dikutipd ari CNBC, Rabu (2/7/2025), harga minyak mentah Brent naik 37 sen, atau 0,55%, menjadi USD 67,11 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 34 sen, atau 0,55%, menjadi USD 65,45 per barel.

Fokus utama pasar saat ini adalah pada rencana kenaikan produksi sebesar 411.000 barel per hari yang diperkirakan akan diumumkan oleh OPEC+ dalam pertemuan tanggal 6 Juli, kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Namun, sentimen ini sebagian diimbangi oleh potensi kesepakatan dagang yang dapat meningkatkan prospek permintaan.

Kekhawatiran Pasar

Menurut Daniel Hynes, ahli strategi komoditas senior di ANZ, "Pasar kini khawatir bahwa aliansi OPEC+ akan terus melanjutkan laju percepatan peningkatan produksinya."

Empat sumber dari OPEC+ mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa kelompok tersebut – yang mencakup OPEC dan sekutunya termasuk Rusia – berencana menaikkan produksi sebesar 411.000 barel per hari pada Agustus, menyusul kenaikan serupa pada Mei, Juni, dan Juli. Jika disetujui, total peningkatan pasokan OPEC+ tahun ini akan mencapai 1,78 juta barel per hari, setara dengan lebih dari 1,5% dari permintaan minyak global.

 

Negosiasi Dagang dan Ancaman Tarif AS

Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Para investor juga mencermati perkembangan negosiasi perdagangan menjelang tenggat waktu tarif yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump pada 9 Juli.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan bahwa negara-negara mungkin akan dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi meskipun telah melakukan negosiasi dengan itikad baik.

Tarif yang saat ini bersifat sementara sebesar 10% dijadwalkan akan kembali ke tarif yang diumumkan Trump pada 2 April, yaitu antara 11% hingga 50%.

 

Proyeksi Pasar Minyak ke Depan

Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Morgan Stanley memprediksi bahwa harga minyak Brent akan turun ke sekitar US$60 pada awal tahun depan, karena pasokan pasar dinilai cukup dan risiko geopolitik mulai mereda setelah de-eskalasi konflik antara Israel dan Iran.

Mereka juga memperkirakan akan terjadi kelebihan pasokan sebesar 1,3 juta barel per hari pada tahun 2026.

Sebelumnya, perang 12 hari yang dipicu oleh serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada 13 Juni sempat mendorong harga Brent naik tajam hingga di atas USD 80 per barel. Namun, harga kembali merosot ke USD 67 setelah Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya