Al Hilal Tim Kuat: Setelah Imbangi Real Madrid, Kirim Manchester City Pulang

Al Hilal menolak anggapan sebagai penggembira di Piala Dunia Antarklub 2025. Klub asal Arab Saudi asuhan pelatih baru Simone Inzaghi itu telah membuktikan kekuatan mereka.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 06 Juli 2025, 18:05 WIB
Pelatih Al Hilal, Simone Inzaghi, berbicara dengan para pemainnya dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub antara Manchester City dan Al Hilal di Orlando, Florida, Senin, 30 Juni 2025. (AP Photo/Phelan Ebenhack)

Liputan6.com, Jakarta Al Hilal menolak anggapan sebagai penggembira di Piala Dunia Antarklub 2025. Klub asal Arab Saudi asuhan pelatih baru Simone Inzaghi itu telah membuktikan kekuatan mereka.

Datang ke Amerika Serikat sebagai underdog, mereka menjawab semua keraguan dengan aksi nyata. Manchester City jadi korban terbaru dalam kejutan besar yang mereka ciptakan.

Bermain hingga extra time, Al Hilal menang 4-3 atas raksasa Inggris itu. Kemenangan itu menyiratkan satu pesan: Al Hilal layak berada di panggung ini.


Al Hilal Lewat Grup Neraka

Yassine Bounou (kanan) dari Al Hilal berbincang dengan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, setelah pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al-Hilal di Miami, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Lynne Sladky)

Perjalanan Al Hilal dimulai di Grup H yang berat. Di laga pertama, mereka menahan imbang Real Madrid. Penalti Ruben Neves menyamakan kedudukan setelah sempat tertinggal.

Drama berlanjut saat kiper Yassine Bounou menggagalkan penalti Federico Valverde di pengujung laga. Hasil imbang itu jadi modal kepercayaan diri bagi skuad asuhan Inzaghi.

Pada laga kedua, Al Hilal bermain imbang tanpa gol melawan Salzburg. Mereka kemudian menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Pachuca lewat gol Salem Al-Dawsari dan Marcos Leonardo.


Mengirim City Pulang

Marcos Leonardo (tengah) dari Al Hilal diberi selamat oleh rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub antara Manchester City dan Al Hilal di Orlando, Florida, Senin, 30 Juni 2025. (AP Photo/John Raoux)

Finis sebagai runner-up grup mengantarkan Al Hilal berjumpa Manchester City di babak 16 besar. Banyak yang memprediksi mereka akan kalah.

Namun, Inzaghi dan anak buahnya membalikkan semua prediksi. Mereka tampil tak gentar dan menyulitkan City sepanjang laga.

Malcom dan Kalidou Koulibaly mencetak masing-masing satu gol. Marcos Leonardo jadi bintang utama dengan dua gol, termasuk penentu kemenangan di extra time.


Mentalitas Luar Biasa

Erling Haaland (kanan) dari Manchester City mencoba menembak ke arah gawang, sementara Kalidou Koulibaly dari Al Hilal mengawasi, dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub di Orlando, Florida, Senin, 30 Juni 2025. (AP Photo/John Raoux)

Menurut Kalidou Koulibaly, kemenangan atas City adalah bukti kualitas tim. "Kami tahu ini akan jadi laga sulit melawan salah satu tim terbaik di dunia dan kami ingin menunjukkan ide, talenta, dan kekuatan kami," ucapnya kepada FIFA.

Ia menambahkan bahwa timnya layak bahagia atas kemenangan ini. "Kami memanfaatkan peluang dan merasa senang."

Menurut Koulibaly, Al Hilal telah membuktikan diri layak berada di sini. “Kami ingin membuktikan bahwa Al Hilal punya kekuatan dan talenta, dan kami menunjukkan mentalitas luar biasa,” lanjutnya.


Tantangan Berikutnya: Fluminense

German Cano (Fluminense) merayakan gol pembuka timnya dalam laga babak 16 besar Club World Cup antara Inter Milan dan Fluminense di Charlotte, North Carolina, 30 Juni 2025. (AP Photo/Nell Redmond)

Al Hilal pun melanjutkan langkah mereka. Di babak perempat final, Al Hilal akan menghadapi Fluminense dari Brasil.

Fluminense sendiri tampil mengejutkan dengan menyingkirkan Inter Milan. Tim asal Amerika Selatan itu menang 2-0 atas sang raksasa Italia.

Laga Al Hilal kontra Fluminense dipastikan tak kalah panas. Dua tim pembunuh raksasa siap saling sikut demi satu tiket ke semifinal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya