1 Juli, Patrick Kluivert Ulang Tahun: Dari Gol di Final Liga Champions hingga Menakhodai Timnas Indonesia

Patrick Kluivert lahir pada 1 Juli 1976 di Amsterdam, Belanda. Ia tumbuh di lingkungan multikultural, dengan ayah asal Suriname dan ibu dari Curacao.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 01 Juli 2025, 12:45 WIB
Ekspresi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, saat melawan Timnas China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta Patrick Kluivert lahir pada 1 Juli 1976 di Amsterdam, Belanda. Ia tumbuh di lingkungan multikultural, dengan ayah asal Suriname dan ibu dari Curacao.

Sejak kecil, Kluivert sudah akrab dengan sepak bola jalanan. Ia lalu bergabung dengan klub lokal Schellingwoude sebelum direkrut Ajax pada usia tujuh tahun.

Di akademi Ajax, ia sempat bermain di berbagai posisi, termasuk bek. Namun, keunggulannya dalam teknik, kecerdasan bermain, dan kecepatan membuatnya menonjol sebagai striker.


Anak Emas Ajax yang Mendunia

Ekspresi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, saat melawan Timnas China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Nama Kluivert meledak saat masih remaja bersama generasi emas Ajax 1990-an. Pada usia 18 tahun, ia mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 1995 melawan AC Milan.

Setelah itu, kariernya berlanjut ke Barcelona, tempat ia mencetak 124 gol dari 249 pertandingan. Ia menciptakan duet mematikan bersama Rivaldo dan memenangkan La Liga 1999.

Selama di Spanyol, ia menjadi bintang yang disegani.


Ikon Oranje di Panggung Dunia

Striker tim nasional Belanda, Patrick Kluivert, usai mencetak gol ketiga ke gawang Yugoslavia, pada perempat final Piala Eropa 2000. (UEFA).

Kluivert membela timnas Belanda dari 1994 hingga 2004. Ia mencetak 40 gol dalam 79 pertandingan dan menjadi pencetak gol terbanyak keempat sepanjang masa Oranje.

Ia tampil di tiga Piala Eropa dan satu Piala Dunia. Di Euro 2000, ia menjadi top skor bersama dengan torehan lima gol.

Pada 2004, namanya masuk dalam daftar FIFA 100—deretan 125 pesepak bola terbaik pilihan Pele. Itu jadi bukti pengakuan dunia atas talentanya.


Menjadi Pelatih, Menyebar Ilmu ke Pelosok Dunia

Patrick Kluivert - Bergabung pada tahun 1998-2004, Patrick Kluivert berhasil memenangi gelar La Liga pada musim pertamanya di Barcelona. Pemain asal Belanda ini menorehkan 122 gol dari 257 pertandingannya bersama skuat Blaugrana. (AFP/Lluis Gene)

Setelah gantung sepatu, Kluivert memulai karier kepelatihan sebagai asisten di AZ dan NEC. Ia juga sempat menjajal pengalaman di Australia bersama Brisbane Roar.

Kariernya kian berwarna dengan peran sebagai pelatih kepala di Timnas Curaçao. Ia juga menjadi asisten Louis van Gaal saat Belanda finis ketiga di Piala Dunia 2014.

Tak hanya itu, ia pernah menjadi direktur olahraga di PSG dan melatih tim muda Ajax. Pengalaman ini membentuknya sebagai pelatih yang komplet.


Misi Baru Bersama Garuda

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, dan dua asistennya, Alex Pastoor serta Denny Landzaat, memimpin timnya menghadapi Timnas Bahrain pada laga kedelapan putaran ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025) dini hari WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pada 8 Januari 2025, Kluivert resmi dikontrak PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia. Kontraknya berdurasi dua tahun, dengan opsi perpanjangan.

Hingga kini, ia sudah memimpin empat pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga. Hasilnya: dua kemenangan dan dua kekalahan, dengan tiga gol dicetak dan 11 kebobolan.

Pada debutnya, Indonesia kalah 1-5 dari Australia. Namun, Garuda bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Bahrain dan China sebelum tumbang 0-6 dari Jepang.


Optimisme di Balik Angka

Ekspresi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, saat melawan Timnas China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Meski hasilnya naik-turun, Indonesia tetap lolos ke putaran keempat kualifikasi. Mereka finis di peringkat keempat dan terus menjaga asa ke Piala Dunia.

Perjalanan ini menjadi tantangan baru bagi Kluivert. Dari atmosfer Camp Nou ke Stadion Gelora Bung Karno, ia kini menulis cerita baru bersama Garuda.

Di ulang tahunnya yang ke-49, Kluivert bukan sekadar legenda Belanda. Ia adalah bagian dari harapan baru sepak bola Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya