WIKA Dapat Kontrak Baru Rp 3,37 Triliun hingga Mei 2025

Salah satu proyek besar yang berhasil diraih Wijaya Karya adalah Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang–Sringin Paket I Tahap I di Provinsi Jawa Tengah.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 01 Juli 2025, 13:30 WIB
Senior Manager Corporate Relations PT Wijaya Karya (WIKA) menjelaskan proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP). (Bima/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp3,37 triliun hingga Mei 2025, sejalan dengan strategi transformasi perusahaan yang kini lebih selektif dalam memilih proyek.

Setiap proyek disaring menggunakan mekanisme four eyes principle, dengan skema pembayaran bulanan serta uang muka, dan mempertimbangkan dampak manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Salah satu proyek besar yang berhasil diraih Wijaya Karya adalah Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang–Sringin Paket I Tahap I di Provinsi Jawa Tengah. Proyek ini merupakan bagian dari program nasional pengendalian banjir yang bertujuan untuk mengurangi area terdampak banjir di wilayah Semarang hingga 2.500 hektar, sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2027.

Fokus Pembangunan Rumah Pompa dan Teknologi Tangguh

Dalam proyek tersebut, WIKA memiliki tanggung jawab utama dalam pembangunan Rumah Pompa Tenggang Baru. Ruang lingkup pekerjaannya mencakup pengadaan dan pemasangan unit-unit pompa dengan berbagai kapasitas.

Secara keseluruhan, proyek ini melibatkan pembangunan dua rumah pompa. Rumah Pompa Eksisting akan dilengkapi dengan enam unit pompa berkapasitas 2.000 liter per detik, sementara Rumah Pompa Baru akan memiliki empat unit pompa berkapasitas 10.000 liter per detik dan tiga unit pompa berkapasitas 1.000 liter per detik.

Untuk menunjang ketahanan sistem pompa terhadap banjir jangka panjang, WIKA menggunakan teknologi Pompa Axial Line Shaft. Teknologi ini dirancang agar tahan terhadap air sungai dan limbah, dengan posisi mesin serta motor pompa ditempatkan di atas bangunan.

Desain seperti ini memberikan keuntungan dari sisi ketahanan peralatan, kemudahan perawatan, sekaligus efisiensi operasional karena risiko kerusakan menjadi lebih kecil.

 

WIKA Perkuat Rekam Jejak Proyek Pengendalian Banjir

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berpartisipasi dalam pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan. (Foto: istimewa)

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (Agung BW), menyampaikan bahwa proyek ini memperkuat portofolio WIKA dalam pengelolaan infrastruktur pengendalian banjir.

Sebelumnya, perusahaan telah mengerjakan berbagai proyek serupa seperti Proyek Pompa Banjir Sentiong di Jakarta, Pengendalian Banjir Kencing Drain di Jawa Tengah, Sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur di Jakarta, dan Proyek Pengendalian Banjir Kedunglarangan di Jawa Timur. Semua proyek tersebut menjadi bukti konsistensi WIKA dalam mendukung ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir.

“Proyek Pengendalian Banjir Paket 1 di Sringin ini adalah bentuk nyata kontribusi WIKA terhadap pembangunan berkelanjutan. Di tengah tantangan iklim dan urbanisasi, kami percaya infrastruktur ketahanan banjir adalah investasi jangka panjang yang penting agar masyarakat dapat memiliki kualitas kehidupan yang baik,” tegas Agung BW dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (1/7/2025).

Dengan proyek ini, WIKA menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah terkait pengendalian risiko bencana melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan berdaya tahan tinggi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya