Liverpool Pernah Punya Peluang Rekrut Alexander Isak, tapi Jurgen Klopp Malah Pilih Darwin Nunez

Liverpool kini harus menanggung risiko dari keputusan transfer yang dibuat tiga tahun lalu. Jurgen Klopp kala itu memilih untuk merekrut Darwin Nunez ketimbang Alexander Isak.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 30 Juni 2025, 16:48 WIB
Jurgen Klopp telah merasakan empat laga final Liga Champions. Dari empat final itu, Klopp punya satu gelar juara yakni saat membawa Liverpool berjaya pada edisi musim 2018/2019 lalu. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool kini harus menanggung risiko dari keputusan transfer yang dibuat tiga tahun lalu. Jurgen Klopp kala itu memilih untuk merekrut Darwin Nunez ketimbang Alexander Isak—sebuah pilihan yang kini bisa membuat The Reds kehilangan potensi keuntungan hingga £100 juta.

Alexander Isak, striker tajam milik Newcastle, kini menjadi komoditas panas di bursa transfer musim panas 2025. Penyerang asal Swedia berusia 25 tahun itu tampil gemilang bersama The Magpies dan sukses membawa timnya kembali ke Liga Champions. Performanya membuat klub-klub besar seperti Arsenal dan Liverpool tertarik memboyongnya.

Namun, Newcastle tidak akan melepas Isak dengan mudah. Klub tersebut tengah berupaya memperpanjang kontraknya dan hanya akan mempertimbangkan tawaran fantastis.

Disebut-sebut, banderol yang dipasang untuk Isak bisa menembus angka lebih dari £150 juta.


Mengapa Liverpool Beli Nunez?

Pemain Liverpool, Darwin Nunez menempelkan jarinya ke bibir saat merayakan golnya ke gawang Southampton pada laga perempat final Carabao Cup 2024/2025 yang berlangsung di St Mary's Stadium, Southampton, Inggris, Kamis (19/12/2024) WIB. (AFP/Justin Tallis)

Menariknya, Liverpool sejatinya pernah berada dalam posisi menguntungkan untuk merekrut Isak. Pada 2022, saat masih bermain untuk Real Sociedad, Isak tersedia dengan harga hanya £63 juta.

Namun, saat itu Klopp justru memilih mendatangkan Darwin Nunez dari Benfica seharga £85 juta—transfer yang memecahkan rekor klub.

Ian Graham, mantan kepala divisi analisis data Liverpool, mengungkapkan bagaimana proses pengambilan keputusan itu terjadi. Dalam wawancaranya dengan Financial Times, Graham memberi penjelasan.

“Jurgen menciptakan banyak kesuksesan untuk klub, jadi wajar jika klub bergerak ke arah itu (dari pendekatan berbasis data ke preferensi manajerial).”


Klopp Lebih Pilih Nunez Ketimbang Isak

Selebrasi Darwin Nunez saat Liverpool menang atas Villa (AFP)

Graham menyebut bahwa Klopp memang pernah diyakinkan oleh tim data untuk mengambil keputusan berbeda—seperti saat mendatangkan Mohamed Salah alih-alih Julian Brandt pada 2017. Namun pada 2022, Klopp memilih mengikuti instingnya sendiri.

“Saya senang membicarakan rekan-rekan saya yang berhasil meyakinkan Jurgen (pada 2017) bahwa Mohamed Salah adalah pemain yang tepat ketimbang Julian Brandt.

"Pada 2022, dia merekrut Darwin Nunez (seharga £64 juta plus tambahan) alih-alih Alexander Isak.”

Lebih lanjut, Graham juga menegaskan bahwa baik Nunez maupun Isak memang berada di level atas dalam daftar striker muda terbaik Eropa saat itu.

“Keduanya, jika kita melihat striker muda top Eropa, pasti ada di urutan satu dan dua — atau dua dan tiga, karena (Erling) Haaland sudah pasti ke (Manchester) City dan di luar jangkauan kami.”

Lanjut Baca:

Keputusan Klopp saat itu dianggap masih logis, dan Graham tidak menyalahkan sepenuhnya. “Jurgen lebih memilih Nunez. Akan sangat tidak adil jika saya berkata, ‘Sungguh buruk bahwa Jurgen mengambil keputusan sendiri,’ padahal di masa lalu Jurgen juga pernah diyakinkan oleh saya dan tim saya untuk mengambil pilihan yang berbeda.” “Dan tetap saja kami berhasil merekrut pemain-pemain bagus — dalam kasus Nunez, dia adalah salah satu striker muda terbaik di Eropa."  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya