Jurgen Klopp Menikmati Kehidupan Baru Usai Cabut dari Liverpool, Isyaratkan Enggan Kembali ke Dunia Kepelatihan

Eks pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, tampaknya menutup pintu untuk kembali ke dunia kepelatihan pasca angkat kaki dari Anfield.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 30 Juni 2025, 05:50 WIB
Jurgen Klopp telah merasakan empat laga final Liga Champions. Dari empat final itu, Klopp punya satu gelar juara yakni saat membawa Liverpool berjaya pada edisi musim 2018/2019 lalu. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta Jurgen Klopp mengisyaratkan dirinya tak akan kembali melatih lagi setelah angkat kaki dari Liverpool dan memilih menikmati pekerjaannya dari balik layar saja.

Jurgen Klopp kini menjalani babak baru dalam hidupnya setelah resmi meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024. Pria asal Jerman tersebut tak lagi terlihat di pinggir lapangan, melainkan berada di balik layar sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull.

Meski tak lagi melatih, nama Klopp tetap dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk Bayern Munchen. Bahkan, ada spekulasi bahwa ia bisa saja memimpin Timnas Jerman di masa depan.

Namun, hingga kini Klopp belum menunjukkan sinyal kuat untuk kembali ke bangku cadangan sebagai pelatih kepala. Banyak yang masih penasaran, apakah ia akan mengikuti jejak manajer veteran yang terus melatih hingga usia senja.


Klopp Merasa Kehilangan Kehidupan Normal sebagai Pelatih

Di pekan-pekan akhir yang menentukan, Liverpool mulai tak masuk hitungan dalam persaingan merebut gelar juara Liga Inggris 2023/2024. Hasil imbang 2-2 di markas West Ham United, Sabtu (27/4/2024) menjadikan Liverpool tak beranjak dari posisi ketiga klasemen sementara dengan jumlah pertandingan sisa yang paling sedikit dibanding dua pesaingnya, Arsenal dan Manchester City. Pasukan Jurgen Klopp yang mengoleksi 75 poin dari 35 laga, tertinggal dua poin dari Arsenal sebagai pemuncak klasemen yang baru memainkan 34 laga dan tertinggal satu poin dari Mancester City di posisi kedua yang baru memainkan 33 laga. (AP Photo/Kin Cheung)

Tapi sayangnya, Jurgen Klopp sepertinya tak tertarik untuk kembali melatih. Hal tersebut tersiarat dalam wawancara terbarunya bersama media Jerman, Welt. Klopp mengungkapkan betapa beratnya kehidupan sebagai pelatih dalam jangka panjang.

Ia merasa bahwa pekerjaan tersebut perlahan menggerus kehidupan pribadinya. Menurut Klopp, dunia kepelatihan membuatnya terjebak dalam ritme yang tidak sehat dan jauh dari kata seimbang. Ia menyadari betapa besar harga yang harus dibayar untuk kesuksesan di dunia sepak bola.

“Dulu saya seperti berada di terowongan stadion, tetapi tidak pernah dengan diri saya sendiri. Sekarang saya lebih memperhatikan diri saya sendiri,” ujarnya pada Welt.

“Meski kedengarannya konyol, saya berhenti melakukan apa yang selalu ingin saya lakukan. Namun, gaya hidup itu membawa saya terlalu jauh dari kehidupan normal – dan akhirnya, saya tidak lagi memiliki kehidupan normal,” ungkap Klopp.


Menikmati Peran Baru Bersama Red Bull

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, saat seremoni perpisahan setelah laga melawan Wolverhampton Wanderers pada pekan terakhir Liga Inggris di Stadion Anfield, Minggu (19/05/2024). (AP Photo/Jon Super)

Pindah ke Red Bull ternyata membawa dampak positif bagi Klopp secara pribadi. Ia kini bisa menata ulang ritme hidupnya tanpa tekanan intens seperti saat melatih.

Klopp menyebut bahwa perannya sekarang tetap menantang, namun memberinya keleluasaan untuk mengatur waktu. Ia juga bisa lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarganya, sesuatu yang jarang ia dapatkan saat masih aktif sebagai pelatih.

Lanjut Baca:

“Sekarang saya memiliki pekerjaan yang memuaskan dan juga intens. Saya tidak tidur di pagi hari dan tidak tidur larut malam, tetapi saya dapat mengatur pekerjaan saya dengan lebih baik. Istri saya, misalnya, sangat senang dengan pekerjaan itu karena kami dapat merencanakan segala sesuatunya dengan lebih baik daripada sebelumnya,” jelas Klopp.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya