Liputan6.com, Jakarta Enzo Maresca, pelatih Chelsea, meluapkan kekesalannya usai laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub melawan Benfica tertunda dua jam akibat cuaca ekstrem. Ia menyebut kejadian itu sebagai “lelucon” dan mempertanyakan kelayakan Amerika Serikat menjadi tuan rumah turnamen besar.
Pertandingan yang digelar di Charlotte tersebut tertunda selama dua jam karena badai petir terdeteksi di sekitar stadion. Setelah berjalan empat jam lebih, Chelsea akhirnya menang 4-1 lewat babak tambahan.
Advertisement
"Ini bukan sepak bola," ujar Maresca. "Saya sulit memahaminya. Jika pertandingan ditunda tujuh atau delapan kali, mungkin ini bukan tempat yang tepat untuk menyelenggarakan kompetisi."
Rangkaian Penundaan Ganggu Jalannya Pertandingan
Pertandingan di Bank of America Stadium sempat berlangsung normal hingga menit ke-85 saat Chelsea unggul 1-0 berkat gol Reece James.
Namun laga kemudian dihentikan hingga hampir dua jam karena regulasi keselamatan di AS yang mewajibkan evakuasi jika badai petir terdeteksi dalam radius delapan mil.
Setelah dimulai kembali pukul 00:47 waktu setempat, Benfica menyamakan kedudukan lewat penalti Angel di Maria. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Chelsea kemudian mencetak tiga gol tambahan melalui Christopher Nkunku, Pedro Neto, dan Kiernan Dewsbury-Hall di babak perpanjangan waktu.
Bek Benfica, Gianluca Prestianni, mendapat kartu merah, menambah derita timnya dalam laga yang berlangsung hingga dini hari waktu setempat.
Cuaca Panas dan Badai Ancam Agenda Sepak Bola Global
Maresca menyebut situasi ini merusak ritme timnya dan berdampak langsung pada performa pemain. Selama jeda panjang, para pemain berusaha menjaga tubuh tetap hangat dengan bersepeda dan melakukan juggling bola di ruang dalam stadion.
“Kami berada dua jam di dalam. Orang-orang menghubungi keluarga mereka untuk memastikan kondisi aman. Ada yang makan, tertawa, bermain ponsel,” kata Maresca. “Setelah itu, permainan berubah total.”
Penundaan karena cuaca ini bukan yang pertama dalam turnamen. Benfica sendiri sebelumnya mengalami penundaan dua jam saat melawan Auckland City. Total sudah terjadi enam penundaan di lima kota berbeda karena badai dan hujan lebat.
Sebagian stadion Piala Dunia 2026 seperti di Atlanta, Houston, Dallas, dan Vancouver memiliki atap, namun banyak venue lain yang terbuka.
Pilihan memindahkan turnamen ke musim dingin seperti di Qatar juga dinilai rumit karena potensi cuaca dingin ekstrem di beberapa wilayah AS dan Kanada.