Tekanannya Luar Biasa! Di Era Ronaldo, Al Nassr Sudah Pecat Empat Pelatih

Tekanan di Al Nassr di era Cristiano Ronaldo sangatlah besar dan hal tersebut sudah membuat beberapa pelatih kehilangan pekerjaannya sejauh ini.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 29 Juni 2025, 18:22 WIB
Ilustrasi - Cristiano Ronaldo di Al Nassr (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta Tekanan di Al Nassr di era Cristiano Ronaldo sangatlah besar dan hal tersebut sudah membuat beberapa pelatih kehilangan pekerjaannya sejauh ini.

Al Nassr melakukan investasi besar dalam beberapa musim terakhir demi mendongkrak prestasi mereka di level domestik dan internasional. Salah satu langkah paling mencolok adalah keputusan klub untuk merekrut megabintang Cristiano Ronaldo.

Masuknya Ronaldo otomatis menaikkan ekspektasi terhadap performa tim secara keseluruhan. Para pelatih yang dipercaya menangani tim pun dihadapkan pada tekanan untuk segera menghasilkan trofi.

Seiring dengan ekspektasi tinggi tersebut, tidak semua pelatih mampu bertahan lama di kursi kepelatihan Al Nassr. Hasil minor atau ketidakmampuan mengelola skuad bertabur bintang sering kali berujung pada pemecatan.

Sejak kedatangan Ronaldo, setidaknya empat pelatih sudah kehilangan jabatannya sebelum sempat membangun tim secara konsisten. Rotasi di kursi pelatih ini menjadi gambaran betapa sulitnya memenuhi ambisi klub di era baru Al Nassr.

Berikut empat pelatih yang sudah menjadi korban ambisi besar Al Nassr.


Rudi Garcia: Korban Pertama Ambisi Besar Al Nassr

Al Nassr kini dilatih oleh Rudi Garcia. Ia ditunjuk menukangi klub tersebut setelah sukses membawa Lille menjuarai Ligue 1 pada 2011. Skuad berjuluk Najd’s Knight juga dikeperkuat beberapa pemain top seperti Vincent Aboubakar, David Ospina, Luis Gustavo, dan Alvaro Gonzalez. (AFP/Pascal Guyot)

Rudi Garcia menjadi pelatih pertama yang merasakan tekanan luar biasa setelah kehadiran Ronaldo di Al Nassr. Pelatih asal Prancis ini gagal membawa tim tampil konsisten di paruh kedua musim 2022/2023.

Performa Al Nassr menurun drastis di periode krusial, termasuk saat bermain imbang 0-0 lawan Al Feiha. Situasi internal yang tidak kondusif turut memperparah kondisi tim saat itu.

Selama menangani Al Nassr, Garcia mencatatkan 26 pertandingan dengan 18 kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kali kalah. Ia gagal mempersembahkan trofi bagi klub dan diberhentikan pada April 2023.

Garcia disebut-sebut berselisih dengan sejumlah pemain kunci, khususnya Cristiano Ronaldo. Akhirnya, manajemen klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama lebih awal.


Dinko Jelicic: Solusi Sementara yang Tak Bertahan Lama

AL-Nassr - Ilustrasi Logo Al-Nassr (Bola.com/Adreanus Titus)

Setelah kepergian Garcia, Al Nassr menunjuk Dinko Jelicic sebagai pelatih interim. Pelatih asal Kroasia ini sebelumnya membesut tim junior dan diharapkan bisa menjaga stabilitas tim utama.

Namun, Jelicic tidak mampu membawa perubahan signifikan di sisa musim. Al Nassr gagal merebut gelar dan penampilan mereka dianggap tidak menunjukkan progres berarti.

Lanjut Baca:

Jelicic hanya memimpin tim dalam delapan pertandingan, dengan torehan empat kemenangan, dua kekalahan, dan dua hasil imbang. Ia juga gagal membawa Al Nassr juara Piala Raja Arab Saudi setelah kalah di semifinal dari Al Wehda. Ketika musim berakhir, pihak klub langsung mencari sosok pelatih baru yang dinilai lebih berpengalaman. Dinko Jelicic pun dilepas tanpa banyak sorotan dari media atau publik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya