5 Fakta Terkait Banjir di Kota Tangerang, Kini Sudah Mulai Surut

Hujan deras yang melanda kawasan Tangerang membuat permukiman padat penduduk di RW 16, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten terendam banjir pada Sabtu malam 28 Juni 2025.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 29 Juni 2025, 19:00 WIB
Pengendara terjebak banjir yang menggenangi jalan Bayangkara Pusdiklat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (2/11/2021). Ada potensi hujan lebat dengan intensitas lebih dari 50 milimeter (mm) per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang melanda kawasan Tangerang membuat permukiman padat penduduk di RW 16, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten terendam banjir pada Sabtu malam 28 Juni 2025.

"Pada tadi malam memang ada 290 kepala keluarga yang terdampak banjir. Kami fokus evakuasi lansia dan warga yang sakit. Sisanya memilih bertahan di rumah," ungkap Camat Cibodas Buceu, Minggu (29/6/2025).

Meski begitu, sejumlah bantuan sudah didistribusikan dari Dinas Sosial (Dinsos), berupa bantuan makanan dan lainnya ke posko pengungsian di wilayah terdampak.

Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani mengatakan, sebanyak 1.000 nasi bungkus, 200 boks makanan siap saji, 10 dus mi instan, 20 dus air mineral dan lima kasur lipat telah disalurkan ke RW 16 dan RW 08, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Tangerang menyampaikan, sebagian besar titik banjir di wilayah tersebut mulai surut. Saat ini, hanya tersisa dua titik banjir di kawasan Periuk dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter.

"Sudah surut pada pagi ini, yang di Periuk ada dua titik masih 20 sampai 50 centimeter," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar dikutip dari Antara.

Banjir sebelumnya terjadi pada Sabtu sore 28 Juni 2025, setelah hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah seperti Cibodas, Jatiuwung, dan Periuk. BPBD mencatat sekitar 1.000 warga terdampak banjir tersebut.

"Banjir di Periuk disebabkan oleh jebolnya tanggul Kali Sabi yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Tangerang telah memasang kisdam untuk mengurangi dampak banjir," papar Mahdiar.

Berikut sederet fakta terkait banjir Kota Tangerang, Banten dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Banjir Melanda 290 KK

Pengendara terjebak banjir yang menggenangi jalan Bayangkara Pusdiklat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (2/11/2021). BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hujan deras yang melanda kawasan Tangerang, membuat permukiman padat penduduk di RW 16, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, terendam banjir pada Sabtu malam, 28 Juni 2025.

"Pada tadi malam memang ada 290 kepala keluarga yang terdampak banjir. Kami fokus evakuasi lansia dan warga yang sakit. Sisanya memilih bertahan di rumah," ungkap Camat Cibodas, Buceu, Minggu (29/6/2025).

 

2. Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan

Kawasan elite Lippo Karawaci di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sempat tergenang banjir hingga 50 cm pada Selasa (13/11/2018) siang. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Meski begitu, sejumlah bantuan sudah didistribusikan dari Dinas Sosial (Dinsos), berupa bantuan makanan dan lainnya ke posko pengungsian di wilayah terdampak banjir.

Kepala Dinsos Kota Tangerang, Mulyani, mengatakan sebanyak 1.000 nasi bungkus, 200 boks makanan siap saji, 10 dus mi instan, 20 dus air mineral dan lima kasur lipat telah disalurkan ke RW 16 dan RW 08, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas.

Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terpaksa mengungsi akibat banjir. Buceu menyatakan bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam situasi darurat yang dialami masyarakat.

"Kami juga menyiagakan dapur umum jika nanti dibutuhkan. Tapi dipastikan, kebutuhan permakanan pengungsi akan disiapkan dan dijamin terpenuhi selama banjir menggenang pemukiman warga," katanya.

 

3. Bangun Kisdam

Kawasan elite Lippo Karawaci di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sempat tergenang banjir hingga 50 cm pada Selasa (13/11/2018) siang. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Penanganan lanjutan untuk mencegah meluasnya banjir akibat tanggul jebol di Kelurahan Uwung Jaya, Cibodas, juga dilakukan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang telah membangun kisdam (kantong berisi pasir atau tanah) di bantaran tanggul Kali Sabi, Cibodas.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menuturkan pihaknya memastikan pembangunan kisdam merupakah salah satu langkah penanganan darurat untuk menjamin kemananan masyarakat sekitar.

Tercatat, Dinas PUPR Kota Tangerang telah menyiapkan 400 karung kisdam pada penanganan darurat sementara waktu ini.

"Kami langsung memberikan penanganan responsif untuk memastikan jebolnya tanggul akibat curah hujan deras mala mini di Uwung Jaya dan sekitarnya tidak semakin meluas. Ada 400-an karung kisdam yang sudah dalam proses penanganan di lapangan," ujar Iwan.

 

4. Banjir Mulai Surut, Tersisa Dua Titik

Hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (3/3) malam hingga Selasa (4/3/2025) pagi hari membuat sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Banten terendam genangan air. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, menyampaikan bahwa sebagian besar titik banjir di wilayah tersebut mulai surut. Saat ini, hanya tersisa dua titik banjir di kawasan Periuk dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter.

"Sudah surut pada pagi ini, yang di Periuk ada dua titik masih 20 sampai 50 centimeter," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, dikutip dari Antara, Minggu (29/6/2025).

Banjir sebelumnya terjadi pada Sabtu sore 28 Juni 2025, setelah hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah seperti Cibodas, Jatiuwung, dan Periuk. BPBD mencatat sekitar 1.000 warga terdampak banjir tersebut.

Mahdiar menambahkan bahwa banjir di Periuk disebabkan oleh jebolnya tanggul Kali Sabi yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Tangerang telah memasang kisdam untuk mengurangi dampak banjir.

Meski sudah terjadi penurunan debit banjir, Mahdiar memastikan seluruh petugas tetap disiagakan bersama perlengkapan seperti perahu karet dan lainnya.

Sementara warga yang sebelumnya mengungsi, Dia mengatakan telah kembali ke rumahnya masing-masing, dan tetap dipantau oleh petugas media.

"Kita tetap siaga antisipasi terjadinya hujan lagi," katanya.

 

5. Kata BPBD Terkait Banjir

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, melakukan pemantauan langsung di wilayah yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Cisadane, Sabtu (25/5/2024) siang. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati).

Banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Tangerang, Banten sudah berangsur surut pada hari ini, Minggu (29/6/2025). Banjir sempat merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang sejak Sabtu sore 28 Juni 2025.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agun Guntara mengatakan, kondisi air yang sebelumnya merendam kawasan Perumahan Dasana Indah, Bojong Nangka, Bencongan, dan jalan di kawasan Lippo Karawaci, Kelapa Dua sudah surut pada Minggu pagi.

"Alhamdulillah, banjir yang melanda Jalan Mataram Perum 3 sudah surut. Kemudian, di beberapa pemukiman warga di Kelapa Dua juga sudah surut dan berangsur normal," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan data laporan sebelumnya, tercatat kawasan pemukiman warga dan ruas jalan yang terdampak banjir dengan rata-rata ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter.

Pada saat puncak banjir, lebih dari puluhan kepala keluarga (KK) ikut terdampak. Ketika air surut, warga sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Ia menyampaikan, wilayah yang paling terdampak banjir dilaporkan berada di daerah Kelapa Dua, tepatnya di kawasan Lippo Karawaci.

"Di wilayah itu sejumlah jalan dan pemukiman warga terendam banjir yang diduga akibat jebolnya tanggul di wilayah itu," ujarnya.

Hingga kini, tim BPBD Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan dan monitoring di beberapa titik terjadinya banjir tersebut.

"Hasil monitoring beberapa pemukiman sudah tidak ada genangan air, dan sebagian warga melakukan pembersihan lingkungan akibat kejadian banjir kemarin," tuturnya.

Tim BPBD Kabupaten Tangerang telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak banjir, seperti bantuan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan mereka akibat bencana ini.

"BPBD juga sudah memberikan bantuan logistik untuk warga yang terdampak yang kami serahkan ke kelurahan Bencongan berupa 25 paket sembako," tandas Agun.

Infografis Banjir Jabodetabek. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya