Tuntut Pembebasan Sandera, Ribuan Orang di Israel Turun ke Jalan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 29 Juni 2025, 14:30 WIB
Tuntut Pembebasan Sandera, Ribuan Warga Israel Turun ke Jalan
Ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan protes pada hari Sabtu (28/6/2025) di seluruh Israel. Mereka menuntut pemerintah Israel untuk segera mengambil tindakan untuk membebaskan pada sandera yang masih ditawan oleh milisi Hamas. Media setempat memberitakan bahwa aksi unjuk rasa tersebut diselenggarakan di Tel Aviv, Yerusalem dan kota-kota lain. Untuk diketahui, sekitar 50 sandera Israel masih diyakini berada di Gaza, dengan kurang dari setengahnya diduga masih hidup. Mereka merupakan bagian dari 251 orang yang disandera dalam serangan kelompok pejuang Palestina Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023—serangan yang memicu pecahnya perang.
Seorang demonstran memegang angka "50", yang merujuk pada jumlah sandera yang masih berada di Jalur Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh milisi Hamas, selama protes anti-pemerintah di luar markas besar Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv pada 28 Juni 2025. (Jack GUEZ/AFP)
Ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan protes pada hari Sabtu (28/6/2025) di seluruh Israel. (Jack GUEZ/AFP)
Mereka menuntut pemerintah Israel untuk segera mengambil tindakan untuk membebaskan pada sandera yang masih ditawan oleh milisi Hamas. (Jack GUEZ/AFP)
Media setempat memberitakan bahwa aksi unjuk rasa tersebut diselenggarakan di Tel Aviv, Yerusalem dan kota-kota lain. (Jack GUEZ/AFP)
Untuk diketahui, sekitar 50 sandera Israel masih diyakini berada di Gaza, dengan kurang dari setengahnya diduga masih hidup. (Jack GUEZ/AFP)
Mereka merupakan bagian dari 251 orang yang disandera dalam serangan kelompok pejuang Palestina Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023—serangan yang memicu pecahnya perang. (Jack GUEZ/AFP)
Perundingan secara tidak langsung antara Israel dan Hamas masih terus diupayakan, terutama sejak Israel melanjutkan serangan militernya pada Maret lalu, setelah membatalkan kesepakatan gencatan senjata terbaru. (Jack GUEZ/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya