Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang tengah menangani tanggul jebol yang mengakibatkan banjir di permukiman warga Cibodas. Sebagai upaya penanganan, PUPR telah membangun kisdam di bantaran tanggul Kali Sabi yang jebol dan merendam kawasan Taman Cibodas.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu mengatakan, 400 kisdam tersebut telah dipasang pada malam hari dan upaya penanganan darurat sebelum nantinya dilakukan perbaikan usai banjir surut.
Advertisement
"Dinas PUPR Kota Tangerang memastikan pembangunan kisdam merupakan salah satu langkah penanganan darurat untuk menjamin keamanan masyarakat sekitar," kata Iwan Nursyamsu dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Minggu (29/6/2025).
Dinas PUPR Kota Tangerang juga telah menyiagakan 30 personil petugas lapangan untuk memastikan tak ada lagi ada tanggul yang jebol.
"Kami memastikan pembangunan kisdam sementara ini dapat menjadi menjadi solusi efektif untuk mencegah genangan susulan, sekaligus memastikan kesiapsiagaan petugas lapangan bila beberapa wilayah rawan banjir membutuhkan penanganan,” katanya.
Banjir di Kota Tangerang Mulai Surut, Tersisa Dua Titik
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, melaporkan sebagian besar titik banjir di wilayah tersebut mulai surut. Saat ini, hanya tersisa dua titik banjir di kawasan Periuk dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter.
"Sudah surut pada pagi ini, yang di Periuk ada dua titik masih 20 sampai 50 centimeter," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, dikutip dari Antara, Minggu (29/6/2025).
Banjir sebelumnya terjadi pada Sabtu (28/6) sore, setelah hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah seperti Cibodas, Jatiuwung, dan Periuk. BPBD mencatat sekitar 1.000 warga terdampak banjir tersebut.
Mahdiar menambahkan bahwa banjir di Periuk disebabkan oleh jebolnya tanggul Kali Sabi yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Tangerang telah memasang kisdam untuk mengurangi dampak banjir.
Meski sudah terjadi penurunan debit banjir, Mahdiar memastikan seluruh petugas tetap disiagakan bersama perlengkapan seperti perahu karet dan lainnya.
Sementara warga yang sebelumnya mengungsi, Dia mengatakan telah kembali ke rumahnya masing-masing, dan tetap dipantau oleh petugas media. "Kita tetap siaga antisipasi terjadinya hujan lagi," katanya.
Banjir Tangerang
Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar mengatakan hujan deras pada Sabtu (28/6) siang hingga sore menyebabkan beberapa wilayah terdampak banjir, pohon roboh hingga tanggul jebol.
Petugas BPBD langsung diterjunkan untuk membantu evakuasi warga terdampak sebab air dari Kali Sabi secara cepat langsung menggenangi pemukiman warga.
Untuk layanan gawat darurat, masyarakat bisa mengakses call center 112 atau BPBD Kota Tangerang di nomor piket 021-5582-144 yang aktif selama 24 jam.