Israel Kembali Keluarkan Perintah Pengusiran bagi Warga Palestina di Gaza

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 28 Juni 2025, 13:05 WIB
Israel Kembali Keluarkan Perintah Pengusiran bagi Warga Palestina di Gaza
Sedikitnya, 78 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara dan artileri yang dilakukan militer Israel di jalur Gaza pada Jumat (27/6/2025) waktu setempat. Dalam laporan tersebut disebutkan 12 di antaranya merupakan warga pencari bantuan. Sementara itu, pada Sabtu 28 Juni 2025, militer Israel mengeluarkan perintah pengusiran bagi warga Palestina di Gaza. Pengusiran disertai ancaman akan menyerang beberapa permukiman pengungsi di Jalur Gaza bagian tengah. Diketahui, sejak 7 Oktober 2023, militer Israel telah beberapa kali mengeluarkan perintah pemindahan paksa kepada warga Palestina dengan menggunakan peta yang membagi Gaza menjadi beberapa blok. Dan, lebih dari 90 persen dari 2,3 juta warga Palestina di Gaza telah dipindahkan secara paksa setidaknya satu kali saat menghadapi serangan Israel.
Orang-orang berjalan di antara puing-puing setelah serangan Israel di Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 27 Juni 2025. (Omar AL-QATTAA/AFP)
78 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara dan artileri yang dilakukan militer Israel di jalur Gaza pada Jumat (27/6/2025) waktu setempat. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Dalam laporan tersebut disebutkan 12 di antaranya merupakan warga pencari bantuan. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Sementara itu, pada Sabtu 28 Juni 2025, militer Israel mengeluarkan perintah pengusiran bagi warga Palestina di Gaza. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Pengusiran disertai ancaman akan menyerang beberapa permukiman pengungsi di Jalur Gaza bagian tengah. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Diketahui, sejak 7 Oktober 2023, militer Israel telah beberapa kali mengeluarkan perintah pemindahan paksa kepada warga Palestina dengan menggunakan peta yang membagi Gaza menjadi beberapa blok. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Lebih dari 90 persen dari 2,3 juta warga Palestina di Gaza telah dipindahkan secara paksa setidaknya satu kali saat menghadapi serangan Israel. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya