Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid, Petinggi Liverpool Akui Kecewa tapi Tetap Respek

Kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid meninggalkan luka bagi Liverpool. Bek kanan jebolan akademi tersebut menolak perpanjangan kontrak dari klub masa kecilnya demi bergabung dengan raksasa Spanyol, dan hal itu diakui oleh manajemen klub sebagai keputusan yang berat untuk diterima.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 28 Juni 2025, 12:52 WIB
Selebrasi Trent Alexander-Arnold bersama Arda Guler di laga Real Madrid vs Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (23/06/2025). (AP Photo/Nell Redmond)

Liputan6.com, Jakarta Kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid meninggalkan luka bagi Liverpool. Bek kanan jebolan akademi tersebut menolak perpanjangan kontrak dari klub masa kecilnya demi bergabung dengan raksasa Spanyol, dan hal itu diakui oleh manajemen klub sebagai keputusan yang berat untuk diterima.

Petinggi Liverpool, Tom Werner, mengungkapkan bahwa pihak klub, termasuk pemilik Fenway Sports Group, merasa kecewa saat mengetahui keputusan sang pemain. Meski demikian, mereka tetap menghormati langkah yang diambil Alexander-Arnold.

"Kami menghormati keputusan Trent untuk melanjutkan kariernya di tempat lain," ujar Werner kepada The Liverpool Echo.

"Saya dan Billy Hogan (CEO Liverpool) sempat berbicara langsung dengannya di akhir musim. Ia menunjukkan foto dirinya saat masih berusia tujuh tahun di akademi. Itu momen yang sangat menyentuh."


Trent Alexander-Arnold Khianati Liverpool?

Bek asal Inggris, Trent Alexander-Arnold, memberikan konferensi pers selama presentasi resminya sebagai pemain baru Real Madrid CF, di kompleks latihan Ciudad Real Madrid di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 12 Juni 2025. (JAVIER SORIANO/AFP)

Alexander-Arnold sejatinya bisa hengkang secara gratis saat kontraknya habis per 30 Juni. Namun, Real Madrid memilih menebus sang pemain lebih awal dengan mahar £8,4 juta agar bisa langsung memperkuat tim di ajang Piala Dunia Antarklub.

Keputusan Alexander-Arnold ini kontras dengan pilihan rekan setimnya, Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, yang justru memperpanjang masa baktinya di Anfield.

Tak heran jika sebagian suporter merasa dikhianati, bahkan melontarkan kritik pedas kepada pemain berusia 25 tahun itu.


Memori Manis Trent Alexander-Arnold di Liverpool

Trent Alexander-Arnold mendapat cemoohan dari pendukung Liverpool ketika bersua Arsenal pada laga pekan ke-36 Premier League di Stadion Anfield, Minggu (11/5/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Namun, Werner lebih memilih mengenang kontribusi besar Alexander-Arnold selama berseragam The Reds. Salah satu momen ikonik yang ia soroti adalah umpan sepak pojok cepat saat melawan Barcelona di Liga Champions 2019 — sebuah momen yang dikenang sebagai “genius moment” oleh banyak penggemar.

"Akan selalu saya ingat momen itu," ucap Werner.

"Umpan-umpannya yang akurat dari jarak 30 yard lebih, cara dia menciptakan peluang — tidak heran jika Real Madrid begitu bersemangat merekrutnya."

Kepergian Alexander-Arnold menandai akhir dari satu era di Anfield, namun juga membuka babak baru bagi karier sang bek yang kini siap menulis sejarah baru di Santiago Bernabeu.

Sumber: Liverpool Echo

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya