Bilentango, Sajian Ikan Mujair Bakar dengan Bumbu Pedas Khas Gorontalo

Bahan utamanya adalah ikan air tawar, dengan ikan mujair sebagai pilihan paling umum. Proses pembuatan bilentango dimulai dengan membersihkan ikan dan membelahnya secara simetris dari kepala hingga ekor

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 03 Juli 2025, 15:00 WIB
perbedaan ikan nila dan mujair ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Gorontalo - Bilentango merupakan hidangan tradisional Gorontalo yang terbuat dari ikan mujair dibelah dua dan dibumbui sambal. Olahan ini dimasak dengan teknik unik menggunakan daun pisang sebagai alas yang menghasilkan cita rasa pedas gurih yang khas.

Mengutip dari berbagai sumber, bilentango juga dikenal sebagai ikan balarica atau belah rica. Hidangan ini termasuk dalam kategori makanan utama yang populer di kawasan Teluk Tomini hingga Sulawesi Utara.

Bahan utamanya adalah ikan air tawar, dengan ikan mujair sebagai pilihan paling umum. Proses pembuatan bilentango dimulai dengan membersihkan ikan dan membelahnya secara simetris dari kepala hingga ekor

.

Ikan kemudian direndam dalam perasan jeruk nipis atau lemon untuk menghilangkan bau amis. Setelah dibersihkan, ikan diberi bumbu halus yang terdiri dari cabai rawit, bawang merah, tomat, kemiri, jahe, dan sedikit garam.

Semua bahan diulek halus hingga membentuk pasta yang akan dioleskan merata pada permukaan ikan. Beberapa variasi menambahkan daun jeruk atau serai untuk aroma lebih kompleks.

Teknik pemasakan bilentango menggunakan daun pisang sebagai alas pembakaran. Daun berfungsi mencegah ikan lengket sekaligus memberikan aroma khas.

 

Api Sedang

Proses pembakaran dilakukan dengan api sedang selama 15-20 menit hingga bumbu meresap sempurna. Bilentango biasanya disajikan dengan nasi putih hangat dan lalapan segar.

Hidangan ini sering dipadukan dengan sambal dabu-dabu atau colo-colo. Keberadaan bilentango tidak terlepas dari budaya masyarakat Gorontalo yang tinggal di wilayah perairan.

Beberapa rumah makan di Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo menjadikan bilentango sebagai menu andalan. Pengunjung dapat menemukan variasi hidangan ini dengan ikan nila atau bandeng.

Hidangan ini semakin dikenal seiring berkembangnya pariwisata Gorontalo. Beberapa festival kuliner kerap menampilkan bilentango sebagai kekayaan kuliner Sulawesi.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya