Molontalo, Ritual Tujuh Bulanan Ibu Hamil di Gorontalo

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Gorontalo. Pelaksanaan molontalo melibatkan berbagai unsur tradisional.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 02 Juli 2025, 23:00 WIB
mimpi hamil anak perempuan ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Gorontalo - Molontalo merupakan upacara adat Gorontalo yang dilaksanakan saat kehamilan memasuki usia tujuh bulan. Molontalo mengandung makna spiritual sekaligus menjadi bagian dari kearifan lokal.

Mengutip dari laman Kemdikbud, asal-usul nama molontalo berasal dari bahasa Gorontalo yang berarti meraba perut. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam ritual sebagai simbol pengharapan akan keselamatan bayi.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Gorontalo. Pelaksanaan molontalo melibatkan berbagai unsur tradisional.

Keluarga biasanya mengundang tetua adat dan kerabat dekat untuk bersama-sama mendoakan calon ibu dan bayi. Prosesi ini sering diadakan di rumah keluarga dengan menghadirkan berbagai perlengkapan adat.

Rangkaian acara molontalo mencakup beberapa tahapan. Salah satunya adalah pemasangan tujuh helai benang yang diikatkan di perut ibu hamil.

Unsur lain yang tidak kalah penting adalah penyajian makanan. Hidangan khas Gorontalo seperti milu siram, binte biluhuta, dan iloni biasanya disiapkan sebagai bagian dari selamatan.

 

Mitoni

Upacara tujuh bulanan kehamilan tidak hanya dikenal di Gorontalo, tetapi juga terdapat dalam berbagai bentuk di daerah lain di Indonesia. Daerah Jawa, tradisi serupa disebut mitoni.

Daerah sunda, tradisi ini biasa disebut dengan tingkeban. Masyarakat Melayu Manado mengenal tradisi ini dengan sebutan raba puru.

Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan memiliki tradisi serupa yang disebut bamandi manujuh bulan. Berbeda dengan molontalo di Gorontalo yang berfokus pada ritual di rumah, bamandi manujuh bulan biasanya dilaksanakan di sungai atau tempat pemandian.

Meski memiliki nama dan detail pelaksanaan yang berbeda, inti dari tradisi-tradisi ini sama-sama bertujuan untuk memohon keselamatan ibu dan janin serta menjadi bentuk rasa syukur atas kehamilan yang berjalan lancar.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya