Mengenal Diri Lebih dalam Lewat Tes Kepribadian MBTI

Tes kepribadian MBTI cukup populer, bahkan menurut data dari The Myers-Briggs Company yang berbasis di California

oleh Yulia LisnawatiDiperbarui 26 Juni 2025, 14:13 WIB
Mengenal Diri Lebih dalam Lewat Tes Kepribadian MBTI. (Foto: Unsplash/ @candice_picard)

Liputan6.com, Jakarta - Memahami diri sendiri menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Salah satu cara yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kepribadian adalah melalui tes MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator.

Tes kepribadian ini cukup populer, bahkan menurut data dari The Myers-Briggs Company yang berbasis di California, lebih dari 1,5 juta orang mengikuti tes ini secara online setiap tahun.

Tapi, apa sebenarnya kepribadian MBTI itu? Bagaimana cara kerjanya? Dan, yang terpenting, seberapa relevan dan bermanfaatkah tes ini dalam kehidupan sehari-hari?

Asal Usul MBTI

MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya Isabel Briggs Myers, berdasarkan teori psikolog ternama asal Swiss, Carl Gustav Jung.

Mereka percaya bahwa memahami cara berpikir dan preferensi seseorang dapat membantu dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan pribadi, pendidikan, hingga dunia kerja.

 

MBTI Terbagi Menjadi 4 Dimensi

Ilustrasi menikmati hidup, bahagia, kebebasan, hidup sederhana. (Photo by Sasha Freemind on Unsplash)

MBTI membagi kepribadian individu ke dalam empat dimensi, yakni:

1. Sumber energi

  • Extraversion (E): Menyukai interaksi sosial, energik saat berada di tengah orang banyak.
  • Introversion (I): Lebih nyaman menyendiri, energik saat berada di ruang pribadi.

2. Cara memproses informasi

  • Sensing (S): Fokus pada fakta dan detail nyata.
  • Intuition (N): Cenderung melihat pola, makna tersembunyi, dan masa depan.

3. Gaya membuat keputusan

  • Thinking (T): Mengutamakan logika dan analisis objektif.
  • Feeling (F): Lebih mengandalkan perasaan dan nilai-nilai personal.

4. Gaya hidup dan pendekatan terhadap dunia luar

  • Judging (J): Suka struktur, rencana, dan keputusan yang cepat.
  • Perceiving (P): Lebih fleksibel, spontan, dan adaptif terhadap perubahan.

Kombinasi dari keempat dimensi tersebut membentuk 16 tipe kepribadian MBTI yang masing-masing memiliki karakteristik khas.

 

MBTI Bukan Alat Diagnostik Psikologis, Tapi Panduan Reflektif

Ilustrasi oleh Unsplash.

Perlu dipahami bahwa MBTI bukanlah alat diagnostik klinis dan tidak diakui secara universal oleh komunitas ilmiah. Banyak psikolog menyatakan bahwa hasil MBTI sebaiknya tidak dijadikan sebagai acuan mutlak dalam mengambil keputusan penting seperti karier atau relasi.

Namun, tes ini tetap bermanfaat sebagai alat bantu refleksi diri. Dengan mengetahui tipe kepribadian, seseorang dapat lebih memahami kekuatan, kelemahan, preferensi kerja, hingga gaya komunikasi yang paling sesuai.

Menariknya, hasil MBTI bisa berubah seiring waktu karena pengaruh dari lingkungan, pengalaman hidup, dan perkembangan pribadi. Jadi, tes ini lebih tepat dianggap sebagai “snapshot” atau potret kepribadian saat ini, bukan identitas yang permanen.

 

Mengenal 16 Tipe Kepribadian MBTI

Ilustrasi wanita bahagia. (Sumber: Unsplash)

Berikut 16 tipe kepribadian MBTI, beserta karakteristik utamanya:

Tipe Introvert (I)

  • ISTJ (Introverted, Sensing, Thinking, Judging)

Praktis, terorganisir, dan bertanggung jawab. Mereka suka struktur dan bisa diandalkan dalam menyelesaikan tugas.

  • ISFJ (Introverted, Sensing, Feeling, Judging)

Penuh perhatian, setia, dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Mereka senang membantu dan menjaga harmoni.

  • INFJ (Introverted, Intuition, Feeling, Judging)

Visioner, idealis, dan intuitif. Mereka peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sering punya tujuan hidup yang kuat.

  • INTJ (Introverted, Intuition, Thinking, Judging)

Analitis, strategis, dan penuh perhitungan. Mereka menyukai rencana jangka panjang dan berpikir besar.

  • ISTP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving)

Tenang, logis, dan fleksibel. Mereka senang bekerja dengan tangan, menyelesaikan masalah praktis.

  • ISFP (Introverted, Sensing, Feeling, Perceiving)

Artistik, sensitif, dan santai. Mereka mengekspresikan diri melalui karya dan menghargai kebebasan pribadi.

  • INFP (Introverted, Intuition, Feeling, Perceiving)

Penuh empati, idealis, dan imajinatif. Mereka sering memiliki misi pribadi dan nilai-nilai yang kuat.

  • INTP (Introverted, Intuition, Thinking, Perceiving)

Cerdas, logis, dan penasaran. Mereka senang mengeksplorasi ide-ide abstrak dan teori.

 

Tipe Ekstrovert (E)

Ilustrasi orang bahagia. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.
  • ESTP (Extraverted, Sensing, Thinking, Perceiving)

Aktif, spontan, dan menyukai tantangan. Mereka cepat bertindak dan suka memecahkan masalah langsung.

  • ESFP (Extraverted, Sensing, Feeling, Perceiving)

Ceria, ekspresif, dan suka bersenang-senang. Mereka sangat menikmati momen dan dekat dengan banyak orang.

  • ENFP (Extraverted, Intuition, Feeling, Perceiving)

Antusias, imajinatif, dan inspiratif. Mereka suka membangun hubungan emosional dan membantu orang berkembang.

  • ENTP (Extraverted, Intuition, Thinking, Perceiving)

Penuh ide, cerdas, dan mudah beradaptasi. Mereka senang berdiskusi dan mengembangkan inovasi.

  • ESTJ (Extraverted, Sensing, Thinking, Judging)

Tegas, efisien, dan penuh tanggung jawab. Mereka pemimpin alami dalam struktur organisasi.

  • ESFJ (Extraverted, Sensing, Feeling, Judging)

Ramah, suportif, dan peduli pada orang lain. Mereka senang menciptakan lingkungan yang harmonis.

  • ENFJ (Extraverted, Intuition, Feeling, Judging)

Karismatik, komunikatif, dan suka membimbing. Mereka cenderung memimpin dengan empati.

  • ENTJ (Extraverted, Intuition, Thinking, Judging)

Ambisius, berorientasi pada hasil, dan terorganisir. Mereka menyukai tantangan besar dan punya visi kuat. 

Infografis Kepribadian Berdasarkan Tanggal Lahir

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya