Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah: Tata Cara, Contoh serta Waktu Membacanya

Meskipun tidak ada bacaan doa yang baku, umat Islam umumnya mengamalkan beberapa bacaan doa yang dianggap baik untuk dipanjatkan.

oleh Muhammad AliDiperbarui 26 Juni 2025, 11:24 WIB
Ilustrasi muslim, berdoa, berselawat. (Photo by Imad Alassiry on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Doa Akhir dan awal Tahun Hijriah merupakan tradisi yang dilakukan umat Muslim sebagai bentuk refleksi diri di penghujung tahun. Doa ini dibaca pada malam sebelum pergantian tahun Hijriah, biasanya setelah sholat Maghrib atau Ashar.

Meskipun tidak ada bacaan doa yang baku, umat Islam umumnya mengamalkan beberapa bacaan doa yang dianggap baik untuk dipanjatkan.

Melalui doa ini, umat Muslim memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan sepanjang tahun dan berharap agar tahun yang baru membawa keberkahan. Banyak yang menyarankan untuk membaca doa ini sebanyak tiga kali untuk menambah kekhusyukan. Dalam tradisi ini, doa menjadi sarana untuk menyiapkan diri menghadapi masa depan dengan hati yang tenang.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai Doa Akhir Tahun Hijriah yang perlu diketahui:

Waktu Membaca Doa Akhir Tahun Hijriah

Meskipun tidak ada waktu yang spesifik dan wajib, banyak yang menganjurkan untuk membaca doa ini pada malam sebelum pergantian tahun Hijriah. Waktu yang ideal adalah setelah melaksanakan sholat Maghrib atau Ashar.

Hal ini memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk merenungkan amal perbuatan selama setahun dan memohon ampunan.

Keutamaan Membaca Doa Akhir Tahun

Membaca Doa Akhir Tahun Hijriah memiliki beberapa keutamaan, antara lain:

  • Refleksi diri atas amal perbuatan sepanjang tahun.
  • Permohonan ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
  • Harapan untuk mendapatkan keberkahan di tahun yang akan datang.

Doa ini juga diyakini dapat melindungi dari godaan setan, sehingga sangat dianjurkan untuk dibaca dengan penuh khusyuk.

Isi Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Doa ini umumnya berisi ungkapan permohonan ampun atas segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Umat Muslim dapat memanjatkan doa ini dalam bahasa Arab, Latin, atau terjemahan bahasa Indonesia. Beberapa kalimat yang sering terdapat dalam doa ini antara lain:

  • Permohonan ampun atas dosa-dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
  • Permohonan agar Allah SWT menerima amal baik dan memberikan keberkahan di tahun yang akan datang.

Dengan menggunakan bahasa yang dipahami, umat Muslim dapat lebih merasakan kedekatan dengan Allah SWT saat memanjatkan doa.

Contoh doa yang dipanjatkan akhir tahun. 

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْئَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تُرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Artinya:“Ya Allah, apa saja yang telah aku kerjakan dalam tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang dan aku belum bertaubat darinya, padahal Engkau tidak meridhainya dan aku telah melupakannya sementara Engkau tidak melupakannya, dan Engkau bersabar (tidak menghukumku) padahal Engkau berkuasa menghukumku, dan Engkau memanggilku untuk bertaubat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu — maka ya Allah, aku mohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan apa saja amal kebaikan yang telah aku kerjakan yang Engkau ridhoi dan telah Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, terimalah amalku itu, dan janganlah Engkau putus harapanku dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Bila ingin membaca doa yang lebih ringkas, bisa mengucapkan kalimat ini. 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allāhumma ighfir lī wa tub ‘alayya, innaka anta at-Tawwābu ar-Raḥīm.

"Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Adapun doa awal tahun, dapat membaca lafadz ini. 

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمُرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ

Allāhumma aj‘al khayra ‘umurī ākhirah, wa khayra ‘amalī khawātimah, wa khayra ayyāmī yauma alqāk.

"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhir hidupku, sebaik-baik amal perbuatanku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku bertemu dengan-Mu." (HR. Al-Hakim, dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah No. 1836)

Jumlah Bacaan Doa

Meskipun tidak ada kewajiban, beberapa sumber menyarankan untuk membaca doa ini sebanyak tiga kali. Hal ini bertujuan untuk menambah kekhusyukan dan keikhlasan dalam berdoa. Memanjatkan doa di akhir tahun juga membantu seseorang lebih siap menghadapi masa depan dengan hati yang tenang.

Umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa ketika akhir tahun hingga awal tahun. Doa-doa tersebut tentunya memiliki makna dan keutamaan tersendiri dalam menyambut awal tahun yang lebih baik.

Infografis

Infografis 7 Doa di Sidang Tahunan MPR 2018. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya