Komunitas Parkour Jakarta tak lama lagi bakal melebarkan sayapnya. Pada 6 Juni - 7 Juli mendatang, mereka akan digandeng oleh M-150 untuk beraksi di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran.
Diakui perwakilan komunitas parkour Jakarta, Qori Aulia Mutwa, kegiatan ini tentunya bagus untuk lebih memperkenalkan olahraga asal Prancis tersebut ke masyarakat Indonesia. Sejak masuk ke Indonesia pada 2007 lalu, parkour memang masih asing di telinga masyarakat.
"Parkour lahir di Prancis. Mulai masuk ke Indonesia sejak 2007 lalu. Namun masih banyak orang yang belum tahu. Karenanya kita berharap kegiatan dari M-150 ini bisa memperluas pengetahuan masyarakat tentang parkour di Indonesia khususnya di Jakarta," jelas Qori.
"Nanti selama bekerja sama dengan M-150 selama sebulan, kami akan memberikan coaching clinic pada masyarakat yang mengunjunghi PRJ," tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Qori juga menjelaskan kalau parkour ini bukanlah jenis kegiatan bela diri. Ia juga menyebutkan kalau parkour sama sekali belum ada yang diperlombakan.
"Parkour bukan jenis ilmu bela diri. Tapi ini seperti membela orang lain. Selama ini belum ada kegiatan atau kejuaraan parkour. Sebab, filosofi dari negeri asalnya seperti itu. Karenanya, kami harap M-150 terus mendukung parkour agar kedepannya bisa terus berkembang," paparnya.
Selain di Jakarta, olahrahga yang mengutamakan kekuatan fisik khususnya tangan, pinggang, dan kaki ini sudah ada komunitasnya di beberapa daerah seperti Sukabumi dan Klaten. Namun sebelum itu, parkour hanya ada di Taman Ria Senayan Jakarta dan juga Surabaya. (Van)
Diakui perwakilan komunitas parkour Jakarta, Qori Aulia Mutwa, kegiatan ini tentunya bagus untuk lebih memperkenalkan olahraga asal Prancis tersebut ke masyarakat Indonesia. Sejak masuk ke Indonesia pada 2007 lalu, parkour memang masih asing di telinga masyarakat.
"Parkour lahir di Prancis. Mulai masuk ke Indonesia sejak 2007 lalu. Namun masih banyak orang yang belum tahu. Karenanya kita berharap kegiatan dari M-150 ini bisa memperluas pengetahuan masyarakat tentang parkour di Indonesia khususnya di Jakarta," jelas Qori.
"Nanti selama bekerja sama dengan M-150 selama sebulan, kami akan memberikan coaching clinic pada masyarakat yang mengunjunghi PRJ," tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Qori juga menjelaskan kalau parkour ini bukanlah jenis kegiatan bela diri. Ia juga menyebutkan kalau parkour sama sekali belum ada yang diperlombakan.
"Parkour bukan jenis ilmu bela diri. Tapi ini seperti membela orang lain. Selama ini belum ada kegiatan atau kejuaraan parkour. Sebab, filosofi dari negeri asalnya seperti itu. Karenanya, kami harap M-150 terus mendukung parkour agar kedepannya bisa terus berkembang," paparnya.
Selain di Jakarta, olahrahga yang mengutamakan kekuatan fisik khususnya tangan, pinggang, dan kaki ini sudah ada komunitasnya di beberapa daerah seperti Sukabumi dan Klaten. Namun sebelum itu, parkour hanya ada di Taman Ria Senayan Jakarta dan juga Surabaya. (Van)