Daftar Prestasi Olympique Lyon: Dari Dominasi Ligue 1 hingga Panggung Eropa

Olympique Lyon resmi didegradasi ke Ligue 2 pada musim panas 2025 karena pelanggaran keuangan serius. Keputusan ini membuat mereka harus mengakhiri kiprah di kasta tertinggi yang sudah bertahan sejak 1989.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 25 Juni 2025, 13:44 WIB
Tampak seorang fans melewati logo tim Olympique Lyonnais atau yang dikenal dengan Lyon. (Rémy GABALDA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Olympique Lyon resmi didegradasi ke Ligue 2 pada musim panas 2025 karena pelanggaran keuangan serius. Keputusan ini membuat mereka harus mengakhiri kiprah di kasta tertinggi yang sudah bertahan sejak 1989.

Situasi tersebut mengejutkan publik sepak bola Prancis, mengingat Lyon dikenal sebagai salah satu klub besar. Mereka pernah menjadi simbol kejayaan Ligue 1 di awal 2000-an.

Klub asal kota Lyon ini punya sejarah panjang yang penuh prestasi, baik di level domestik maupun Eropa. Trofi demi trofi pernah mereka raih, termasuk rekor juara liga tujuh musim beruntun.

Di balik krisis yang mereka hadapi saat ini, Lyon tetap menyimpan warisan prestasi yang tak bisa dihapus begitu saja. Dari dominasi liga, keberhasilan akademi, hingga perjalanan ke semifinal Liga Champions, semuanya jadi bagian dari sejarah besar klub ini.


Raja Ligue 1 di Era 2000-an

Juninho bisa dibilang merupakan eksekutor tendangan bebas terbaik sepanjang masa. Ia tercatat sukses melesatkan 75 gol dari situasi tersebut. Penampilan hebatnya sebagai playmaker juga membuat dirinya mempersembahkan banyak gelar di Olympique Lyon, yaitu 7 gelar Ligue 1 berturut-turut. Juninho juga terkenal sebagai pemain dengan visi dan umpan yang sangat baik. (AFP/Philippe/Merle)

Dominasi Lyon di Ligue 1 dimulai pada musim 2001/2002. Saat itu, mereka merebut gelar juara pertama setelah bersaing ketat dengan Lens dan Auxerre.

Lyon kemudian menjadi penguasa mutlak Liga Prancis selama tujuh musim berturut-turut. Gelar demi gelar diraih mulai dari 2002 hingga 2008, dipimpin pemain seperti Juninho, Sidney Govou, dan Cris.

Rekor tujuh gelar Ligue 1 secara beruntun masih belum bisa disamai klub lain di era modern. Dominasi itu menempatkan Lyon sebagai kekuatan utama sepak bola Prancis kala itu.


Gelar Domestik Lain yang Tak Kalah Penting

Pemain depan Lyon asal Prancis bernomor punggung 10, Alexandre Lacazette, merayakan golnya bersama rekan satu timnya selama pertandingan Liga Prancis antara Olympique Lyonnais (OL) dan AS Saint-Etienne di Parc Olympique Lyonnais di Decines-Charpieu, Prancis bagian tengah-timur, pada tanggal 10 November 2024. (OLIVIER CHASSIGNOLE/AFP)

Lyon juga pernah mengangkat trofi Coupe de France sebanyak lima kali. Gelar tersebut diraih pada 1964, 1967, 1973, 2008, dan 2012.

Selain itu, mereka juga menjuarai Coupe de la Ligue sekali pada musim 2000/2001. Piala ini mempertegas posisi mereka di antara klub-klub top Prancis.

Lyon juga delapan kali memenangkan Trophee des Champions, termasuk enam kali beruntun dari 2002 hingga 2007. Trofi ini merupakan ajang pembuka musim antara juara liga dan pemenang piala.


Langkah Jauh di Kompetisi Eropa

Hatem Ben Arfa. Gelandang serang berusia 35 tahun yang baru saja bergabung dengan Lille pada Januari 2022 ini pernah menghuni Akademi Lyon selama 2 tahun. Dipromosikan ke tim utama pada 2004/2005, ia total 4 musim memperkuat Lyon di Ligue-1. (AFP/Martin Bureau)

Lyon dua kali mencapai semifinal Liga Champions, yakni pada musim 2009/2010 dan 2019/2020. Pada kedua kesempatan itu, mereka disingkirkan oleh Bayern Munchen.

Mereka juga menembus semifinal Liga Europa musim 2016/2017, sebelum dihentikan Ajax Amsterdam. Di ajang Cup Winners’ Cup, Lyon pernah mencapai semifinal pada musim 1963/1964.

Satu-satunya gelar Eropa yang pernah diraih Lyon adalah UEFA Intertoto Cup pada tahun 1997. Trofi itu membawa mereka lolos ke Piala UEFA dan menjadi pijakan penting di panggung kontinental.


Pabrik Pemain Bintang dari Akademi

Karim Benzema yang kini tengah menjalani musim pertama bersama Al Ittihad di Saudi Pro League menempati posisi ketiga sebagai pesepak bola Prancis termuda sepanjang sejarah yang mampu mencetak gol di Liga Champions. Saat berusia 17 tahun, 11 bulan dan 17 hari, ia mencetak gol pertamanya di Liga Champions bersama Olympique Lyon saat menang 2-1 atas Rosenborg pada laga matchday keenam Grup F Liga Champions 2005/2006 (6/12/2005). (AFP/Martin Bureau)

Lyon dikenal memiliki akademi terbaik di Prancis dan Eropa. Banyak lulusan akademi mereka sukses bermain di klub top dunia.

Beberapa nama besar seperti Karim Benzema, Alexandre Lacazette, dan Corentin Tolisso merupakan jebolan asli Lyon. Mereka dibina sejak usia muda dan jadi tulang punggung tim utama.

Keberhasilan akademi Lyon juga memberi kontribusi besar untuk tim nasional Prancis. Klub ini menjadi contoh keberhasilan investasi jangka panjang di sepak bola.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya