Liputan6.com, Bandung - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 2 Bandung menyebutkan sebanyak 80.579 tiket Kereta Api Ekonomi Non Subsidi dengan diskon 30 persen dari wilayah Daop 2 Bandung telah terjual.
Menurut Manager Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, diskon ini diberikan untuk perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan kelas ekonomi non subsidi yang berlangsung pada 5 Juni-31 Juli 2025.
Advertisement
"Program diskon ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sekaligus mendorong minat masyarakat dalam menggunakan transportasi massal yang aman dan andal," ujar Kuswardojo ditulis, Selasa (24/6/2025).
Kuswardojo mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program tarif promo ini sangat tinggi, terutama untuk perjalanan di masa liburan pertengahan tahun yang menjadi momen favorit keluarga untuk bepergian.
Kuswardojo menjelaskan program diskon 30 persen ini berlaku untuk KA Ekonomi non subsidi di berbagai rute, termasuk keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung, seperti KA Malabar, Mutiara Selatan, Lodaya, Harina, Pangandaran, Papandayan, Parahyangan, Ciremai, dan Pasundan.
"Program ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk memberikan kemudahan dan layanan terbaik kepada pelanggan, khususnya selama masa liburan sekolah. Kami menghimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk segera melakukan pemesanan sesuai dengan tanggal dan waktu keberangkatan yang diinginkan,” kata Kuswardojo.
Kapasitas Tempat Duduk
Sementara itu dilansir laman PT KAI, Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan total kapasitas tempat duduk yang disediakan dalam program ini mencapai 3.529.612 kursi.
Data hingga 20 Juni 2025 pukul 10.00 WIB, sebanyak 1.206.530 tiket telah terjual, atau sekitar 34 persen dari total kapasitas.
"KAI juga menghadirkan konsep tematik di sejumlah stasiun besar. Gate tematik, standing character, hingga photobooth kini hadir menyapa pelanggan di berbagai titik strategis," ujar Anne.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Balon Jumbo Dolan Neng Jogja setinggi lebih dari 10 meter di halaman depan Stasiun Yogyakarta, tepat di seberang kawasan Malioboro.
Instalasi kolaborasi KAI dan Visinema ini menghadirkan karakter Don dan dapat dinikmati dalam dua sesi harian, yakni pukul 06.00–13.00 WIB dan 15.00–23.00 WIB mulai 18–30 Juni 2025.
"Tidak hanya di Yogyakarta, suasana tematik juga hadir di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Purwokerto, Kutoarjo, Solo Balapan, Madiun, Blitar, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Jember, Medan, Kertapati, dan Tanjungkarang," kata Anne.
Beberapa stasiun menghadirkan photobooth dengan karakter populer karya anak bangsa seperti Pionicorn, Komik Ga Jelas, Si Bedil, dan Susi and Friends.
Karakter-karakter ini hadir untuk menghibur seluruh pelanggan, khususnya anak-anak yang bepergian bersama keluarga di masa libur sekolah.
“Melalui pendekatan visual yang segar dan penuh keceriaan ini, kami ingin menegaskan bahwa pengalaman naik kereta api tak hanya nyaman dan terjangkau, tetapi juga menyenangkan dan penuh kesan,” jelas Anne.
Upaya ini sekaligus mencerminkan komitmen KAI dalam menciptakan layanan transportasi publik yang inklusif, adaptif, dan ramah keluarga, sekaligus mendukung industri kreatif dalam negeri.
Sambutan Kreatif di Depan Stasiun Yogyakarta
Anne mencontohkan seperti depan Stasiun Yogyakarta, sebuah balon raksasa setinggi lebih dari 10 meter kini berdiri menyambut pelanggan dan wisatawan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Visinema menghadirkan Balon Jumbo Dolan Neng Jogja, instalasi kreatif yang hadir mulai 18-30 Juni 2025.
Berada tepat di halaman depan stasiun yang berhadapan langsung dengan kawasan Malioboro Yogyakarta, instalasi ini menjadi daya tarik visual sekaligus simbol keramahan KAI kepada masyarakat. Balon raksasa karakter Don ini bisa dikunjungi dua sesi setiap hari, yakni pukul 06.00–13.00 WIB dan 15.00–23.00 WIB.
“Area depan Stasiun Yogyakarta adalah titik temu penting pelanggan, wisatawan, dan warga. Kami ingin menyambut mereka dengan cara yang lebih segar dan menyenangkan,” ujar Anne.
Pertumbuhan penumpang di Stasiun Yogyakarta menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang 2024, jumlah penumpang naik mencapai 2.956.012 orang atau naik 13,7 persen dibanding tahun 2023. Penumpang turun juga meningkat sebesar 12,9 persen menjadi 2.902.443 orang.
Tren positif ini berlanjut di tahun 2025. Periode Januari–Mei mencatat 1.164.550 penumpang naik dan 1.141.300 penumpang turun.
"Angka ini mencerminkan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan perjalanan yang paling diminati, khususnya saat masa liburan sekolah," jelas Anne.
Tak hanya melayani KA Jarak Jauh, Stasiun Yogyakarta juga menjadi simpul utama untuk layanan perkotaan. Commuter Line Yogyakarta mencatat peningkatan pelanggan dari 727.895 orang pada Januari–Mei 2024 menjadi 780.878 pada periode yang sama 2025. KA Prameks juga naik signifikan menjadi 207.325 penumpang dari sebelumnya 179.335.
Akses ke Bandara YIA juga semakin mudah dengan KA Bandara. Sepanjang 2024, layanan ini mencatat 2.730.791 penumpang. Sementara dalam empat bulan pertama 2025, sebanyak 888.653 orang telah memanfaatkan layanan ini.
Kehadiran balon jumbo ini menjadi bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan sejak pelanggan tiba di stasiun. Tak sekadar perjalanan, KAI ingin menjadi bagian dari momen menyenangkan yang dialami pelanggan.
“Kami percaya bahwa perjalanan terbaik dimulai dari suasana yang baik juga. Maka, sambutan seperti ini kami hadirkan sebagai bagian dari pengalaman pelanggan yang lebih humanis dan dekat,” tukas Anne.