Liputan6.com, Jakarta - Status Iran pada Piala Dunia 2026 tengah menjadi spekulasi menyusul berkecamuknya perang di Timur Tengah.
Timnas Iran sudah mengamankan tiket ke turnamen utama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko usai menempati posisi dua besar fase grup putaran ketiga kualifikasi zona Asia yang berakhir awal Juni lalu.
Advertisement
Namun, partisipasi mereka kini dipertanyakan usai serangan militer Amerika Serikat ke Iran. Aksi tersebut merupakan balasan setelah Iran dan Israel saling menyerbu.
Sebelumnya kedatangan Mehdi Taremi dan kawan-kawan ke Negeri Paman Sam sudah diragukan. Pasalnya, Presiden AS Donald Trump menutup pintu masuk bagi warga Iran ke negaranya.
Memang ada harapan akan ada pengecualian diberikan untuk pemain, pelatih, dan ofisial. Tapi bagaimana dengan suporter?
Semua ini bisa mendorong FIFA mengambil langkah ekstrem dengan mencoret partisipasi Iran.
FIFA Bakal Sanksi Iran dari Piala Dunia 2026?
Federasi Sepak Bola Dunia sudah pernah menjatuhkan sanksi kepada anggotanya karena alasan politik dan keamanan. Rusia, misalnya, diskors dari semua kompetisi FIFA dan UEFA sejak menginvasi Ukraina pada 2022.
Skenario demikian memberi berkah bagi timnas Indonesia yang masih berjuang merebut tiket Piala Dunia 2026. Pasukan Patrick Kluivert bakal melakoni putaran empat kualifikasi pada Oktober mendatang.
Timnas Indonesia Diuntungkan?
Bersama Qatar, Arab Saudi, Oman, Irak, dan Uni Emirat Arab, Indonesia bertarung memperebutkan dua kursi yang tersedia dari fase ini. Sementara tim ketiga bakal bertarung pada play-off antarkonfederasi, Maret tahun depan.
Jika Iran dicoret, FIFA bisa saja memberikan jatah kepada tim yang ada di putaran empat kualifikasi. Penambahan tersebut jelas memperbesar peluang Indonesia tampil di Piala Dunia untuk kali pertama sejak merdeka.